Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Raja Malaysia Kecam Penjualan Kaos Kaki Lafaz Allah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Raja Malaysia, Sultan Ibrahim bin Sultan Iskandar, mengecam penjualan kaos kaki berlafaz Allah yang viral usai terjual di salah satu mall Negeri Jiran.
Dalam unggahan di Facebook, Sultan Ibrahim menyerukan penyelidikan guna mengusut penjualan kaos kaki yang lolos di mal negara mayoritas Islam tersebut.
"Tindakan tegas harus diambil terhadap pihak mana pun yang dinyatakan bersalah," tulis Sultan Ibrahim.
Kerajaan lantas mengingatkan rakyat untuk menjunjung perdamaian dengan menahan diri dari isu-isu sensitif mengenai agama, ras, dan royalti.
"Entah disengaja atau tidak, baik itu diimpor atau diekspor di pabrik, saya ingin pihak penegak hukum menyelidiki dan mengambil tindakan tegas," kata Sultan Ibrahim.
Kaos kaki berlafaz Allah dijual di salah satu outlet lokal KK Super Mart dan memicu amarah publik usai viral di media sosial.
Beberapa Muslim menganggap kaos kaki tersebut menghina Islam, terutama karena penjualannya dilakukan saat bulan Ramadan.
Islam adalah agama resmi di Malaysia dan menjadi agama mayoritas rakyat Negeri Jiran.
Ras dan agama adalah masalah pelik di Malaysia yang pernah mengalami kerusuhan rasial mematikan pada 1961.
Sejauh ini KK Super Mart sudah meminta maaf atas penjualan tersebut.
Pemasoknya, Xin Jian Chang, juga telah meminta maaf dan mengatakan bahwa kaos kaki itu merupakan bagian dari penjualan skala besar yang telah dipesan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan