Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Sidang Isbat Digelar Besok, Lebaran Idulfitri 2024 Diprediksi Serentak
beritabali.com/cnnindonesia.com/Sidang Isbat Digelar Besok, Lebaran Idulfitri 2024 Diprediksi Serentak
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sidang Isbat untuk menentukan 1 Syawal atau lebaran Idulfitri 1445 Hijriah akan digelar besok, Selasa (9/4). Hasilnya pun diprakirakan tak memberi perbedaaan antara Pemerintah dan Muhammadiyah.
"Untuk Sidang Isbat tetap kami laksanakan pada tanggal 9 April 2024," kata Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, usai Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2024, Senin (25/3).
Ia pun memprediksi hari Raya Idulfitri akan jatuh pada 10 April, sama dengan ormas Muhammadiyah.
"Insyaallah Hari Raya Idul Fitri akan dirayakan secara bersama-sama bagi seluruh umat Muslim di Indonesia. Tapi nanti akan kami konfirmasi lagi pada 9 April untuk melakukan Sidang Isbat di Jakarta," katanya.
Potensi kesamaan ini lantaran terpenuhinya syarat minimal hilal di kriteria MABIMS (Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi atau jarak sudut Bulan-Matahari minimal 6,4 derajat.
Muhammadiyah, yang memakai kriteria Wujudul Hilal buat memutuskan awal bulan hijriah, sebelumnya sudah menetapkan Idul Fitri 1445 H jatuh pada 10 April 2024.
"Insyaallah Muhammadiyah akan ber-Idul Fitri pada 10 April 2024 dan tampaknya Idulfitri akan sama antara pemerintah dan Muhammadiyah," kata ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, di kantornya, Yogyakarta, Sabtu (6/4), melansir Antara.
Dengan kriteria wujudul hilal tersebut, Muhammadiyah tak ambil pusing dengan angka minimal hilal. Yang penting sudah bernilai positif hasil hitung atau hisab tanpa perlu pengamatan (rukyat).
Meski begitu, hitungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap hilal 10 April sudah memenuhi syarat idulfitri versi MABIMS.
Hasil hisab BMKG menunjukkan ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 9 April berkisar antara 4,88 derajat di Merauke, Papua; sampai dengan 7,63 derajat di Sabang, Aceh.
Elongasi geosentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 9 April berkisar antara 8,39 derajat di Merauke, Papua; sampai dengan 10,22 derajat di Sabang, Aceh.
Senada, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa (BRIN) Thomas Djamaluddin memprediksi kondisi Bulan baru di Jakarta pada 9 April 2024 sudah mencapai ketinggian 6,3 derajat dan elongasi 8,9 derajat.
Persamaan awal bulan Syawal ini berbeda dengan kondisi penentuan awal Ramadhan 1445 H. Saat itu, Muhammadiyah lebih dulu menetapkan bulan puasa jatuh pada 11 Maret, sementara Pemerintah-PBNU memutuskan 12 Maret. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5990 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4674 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2653 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2313 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan