Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Jalan 600 Meter, Ibu Siki Bawa Pajegan 3 Meter Seberat 40 Kg
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Tradisi membawa pajegan atau banten tinggi ke Pura Samuantiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh sudah berjalan sejak lama. Salah satu perempuan tangguh yang membawanya ialah Ni Wayan Siki (64). Meski sudah kepala enam, Siki kuat mengangkut pajegan tinggi.
Siki pun menceritakan pengalamannya mengangkut pajegan ukuran tinggi itu. Dari rumahnya, sesuai tradisi, harus krama istri yang membawa sendiri pajegan bikinannya.
Jarak rumahnya ialah sekitar 600 meter menuju pura. Pajegan yang sudah disediakan itu terdiri dari buah dan ayam panggang. Tingginya sekitar 3 meter dengan berat kurang lebih 40 kilogram (kg).
Siki sebetulnya sudah biasa mesuwunan (mengangkut barang menggunakan kepala). Namun yang dikhawatirkan adalah tingginya. “Selama perjalannya, saya harus lihat ke atas, biar gak nyangkut di pohon,” jelasnya.
Disamping itu, karena tinggi, maka tidak bisa jalan di pinggir jalan. Ia perlu dikawal oleh pecalang adat. Selain itu, pajegan tinggi rupanya menghadang angin. Kebetulan, cuaca sedang berembus angin.
“Tantangan biar tidak kena angin saja,” imbuhnya.
Setiap pujawali di pura Samuantiga ini, dirinya tidak pernah ketinggalan untuk menghaturkan pajegan tinggi ini sebagai wujud bakti dan syukur. “Astungkara, kalau tidak ada halangan tiap odalan pasti maturan banten tegeh,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan