Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Jalan 600 Meter, Ibu Siki Bawa Pajegan 3 Meter Seberat 40 Kg
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Tradisi membawa pajegan atau banten tinggi ke Pura Samuantiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh sudah berjalan sejak lama. Salah satu perempuan tangguh yang membawanya ialah Ni Wayan Siki (64). Meski sudah kepala enam, Siki kuat mengangkut pajegan tinggi.
Siki pun menceritakan pengalamannya mengangkut pajegan ukuran tinggi itu. Dari rumahnya, sesuai tradisi, harus krama istri yang membawa sendiri pajegan bikinannya.
Jarak rumahnya ialah sekitar 600 meter menuju pura. Pajegan yang sudah disediakan itu terdiri dari buah dan ayam panggang. Tingginya sekitar 3 meter dengan berat kurang lebih 40 kilogram (kg).
Siki sebetulnya sudah biasa mesuwunan (mengangkut barang menggunakan kepala). Namun yang dikhawatirkan adalah tingginya. “Selama perjalannya, saya harus lihat ke atas, biar gak nyangkut di pohon,” jelasnya.
Disamping itu, karena tinggi, maka tidak bisa jalan di pinggir jalan. Ia perlu dikawal oleh pecalang adat. Selain itu, pajegan tinggi rupanya menghadang angin. Kebetulan, cuaca sedang berembus angin.
“Tantangan biar tidak kena angin saja,” imbuhnya.
Setiap pujawali di pura Samuantiga ini, dirinya tidak pernah ketinggalan untuk menghaturkan pajegan tinggi ini sebagai wujud bakti dan syukur. “Astungkara, kalau tidak ada halangan tiap odalan pasti maturan banten tegeh,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan