Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Jalan 600 Meter, Ibu Siki Bawa Pajegan 3 Meter Seberat 40 Kg
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Tradisi membawa pajegan atau banten tinggi ke Pura Samuantiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh sudah berjalan sejak lama. Salah satu perempuan tangguh yang membawanya ialah Ni Wayan Siki (64). Meski sudah kepala enam, Siki kuat mengangkut pajegan tinggi.
Siki pun menceritakan pengalamannya mengangkut pajegan ukuran tinggi itu. Dari rumahnya, sesuai tradisi, harus krama istri yang membawa sendiri pajegan bikinannya.
Jarak rumahnya ialah sekitar 600 meter menuju pura. Pajegan yang sudah disediakan itu terdiri dari buah dan ayam panggang. Tingginya sekitar 3 meter dengan berat kurang lebih 40 kilogram (kg).
Siki sebetulnya sudah biasa mesuwunan (mengangkut barang menggunakan kepala). Namun yang dikhawatirkan adalah tingginya. “Selama perjalannya, saya harus lihat ke atas, biar gak nyangkut di pohon,” jelasnya.
Disamping itu, karena tinggi, maka tidak bisa jalan di pinggir jalan. Ia perlu dikawal oleh pecalang adat. Selain itu, pajegan tinggi rupanya menghadang angin. Kebetulan, cuaca sedang berembus angin.
“Tantangan biar tidak kena angin saja,” imbuhnya.
Setiap pujawali di pura Samuantiga ini, dirinya tidak pernah ketinggalan untuk menghaturkan pajegan tinggi ini sebagai wujud bakti dan syukur. “Astungkara, kalau tidak ada halangan tiap odalan pasti maturan banten tegeh,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1981 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun