Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
AS Tolak Setop Kirim Senjata ke Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Amerika Serikat (AS) menolak menyetop pasokan senjata untuk militer Israel terkait serangan ke Palestina.
Menlu AS Antony Blinken mengatakan, pihaknya tak berencana menyetop pasokan senjata yang dimaksud. Hal itu disampaikannya dalam merespons tuntutan massa aksi pro-Palestina.
"Tidak [berencana menyetop pasokan senjata untuk Israel], kami berfokus pada hal yang menjadi kepentingan-kepentingan Amerika Serikat. Bagaimana kami bisa mencerminkan kepentingan-kepentingan dan nilai-nilai kami itu dalam kebijakan luar negeri di berbagai negara, baik dengan Israel atau dengan negara lain," kata Blinken kepada CNN, Jumat (27/4).
Blinken mengatakan, pemerintah AS menghargai pendapat banyak orang tentang hal tersebut dan akan mempertimbangkannya. Namun, ia tak menjelaskan bagaimana AS akan mempertimbangkan masukan massa pro-Palestina.
Saat ditanya tentang menyelesaikan konflik di Gaza, Blinken melempar bola ke Hamas. Dia menyebut, semua tergantung Hamas.
"Tergantung Hamas untuk memutuskan bila mereka akan memperbolehkan gencatan senjata dilanjutkan atau tidak," ucap Blinken.
AS, kata Blinken, menyiapkan rencana normalisasi hubungan antara Israel dengan Arab Saudi. Rencana itu dibuat bersamaan dengan solusi untuk Israel dan Palestina yang rencananya selesai sebelum gencatan senjata.
"Untuk benar-benar mewujudkan hal ini, konflik di Gaza harus diakhiri. Dan seperti yang saya katakan, harus ada resolusi terhadap permasalahan Palestina, atau setidaknya kesepakatan tentang cara menyelesaikannya," ucapnya.
Sebelumnya, mahasiswa di AS menggelar sejumlah aksi unjuk rasa pro-Palestina. Mereka menggelar tenda dan kamp di jalanan dan kompleks kampus.
Setelah aksi meluas, aparat menangkap sekitar 500 orang mahasiswa. Pihak berwenang AS mengklaim 93 orang ditangkap dengan alasan masuk tanpa izin ke University of Southern California (USC).
Sebanyak 34 mahasiswa pedemo pro-Palestina juga ditangkap di Texas University di Austin terkait demonstrasi. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2803 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun