Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Hamas Rilis Video Sandera Israel Lagi, Desak Segera Capai Kesepakatan
beritabali.com/cnnindonesia.com/Hamas Rilis Video Sandera Israel Lagi, Desak Segera Capai Kesepakatan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kelompok perlawanan Hamas merilis video berisi dua sandera yang mendesak pemerintah Israel untuk mencapai kesepakatan agar mereka bisa segera dibebaskan bersama sandera lainnya.
Kedua sandera itu diidentifikasi sebagai Keith Siegel (64) dan Omri Miran (47), warga negara Israel. Mereka menjadi sandera setelah ditangkap oleh Hamas pada 7 Oktober 2023.
Omri Imran marah-marah kepada pemerintah Israel karena telah membuatnya menjadi sandera Hamas selama lebih dari 200 hari. Dia pun mendesak agar pemerintahnya segera membuat kesepakatan dengan Hamas.
"Saya telah berada di sini, di tahanan Hamas, selama 202 hari. Situasi di sini tidak menyenangkan, sulit, dan ada banyak bom," ujar Miran, dikutip dari AFP, Sabtu (27/4).
"Sudah waktunya untuk mencapai kesepakatan yang akan membuat kami keluar dari sini dengan selamat dan sehat," tambahnya. "Teruslah berdemo sehingga akan ada kesepakatan."
Begitu pula dengan Keith Siegel yang juga ikut berbicara dalam video tersebut. Sama seperti Miran, Siegel juga mengeluhkan soal kondisi penyanderaannya yang mengenaskan.
"Kami di sini dalam bahaya. Ada bom, ini menegangkan dan menakutkan," ucapnya sambil menangis.
Pria yang juga memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat itu juga curhat bagaimana ia sangat merindukan keluarganya di rumah.
"Saya ingin memberi tahu keluargaku bahwa saya sangat mencintai kalian. Penting bagi saya agar kalian tahu bahwa saya baik-baik saja," imbuhnya.
Siegel juga menggunakan kesempatan itu untuk mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera membuat kesepakatan dengan Hamas.
Dia juga mengaku telah melihat video demo-demo di Israel yang menuntut hal yang sama, termasuk pembebasan sandera.
"Saya berharap dan percaya bahwa kalian semua akan melanjutkannya," pintanya.
Sedangkan, Brigade Al Qassam, kelompok sayap Hamas, menuliskan beberapa baris kalimat menggunakan bahasa Ibrani dalam video tersebut.
"Tekanan militer tidak berhasil membebaskan putra-putra Anda yang disandera," demikian tulisan itu. "Lakukan apa yang perlu kalian lakukan sebelum terlambat."
Video kedua sandera ini dirilis hanya berjarak tiga hari sejak Hamas juga mengeluarkan video salah satu sandera yang bernama Hersh Goldberg-Polin.
Goldberg-Polin marah-marah ke Netanyahu karena tak kunjung berhasil membuat para sandera kembali ke rumah masing-masing. Dia mengatakan seharusnya Netanyahu dan kabinetnya malu karena telah meninggalkan para sandera selama 200 hari.
Hamas kerap merilis video sandera yang disebut untuk meningkatkan tekanan ke pemerintahan Israel dalam bernegosiasi. Sedangkan, srael hingga kini masih melancarkan agresi ke Gaza dan memerangi Hamas.
Komunitas internasional berulang kali menyerukan gencatan senjata permanen tetapi hingga sekarang belum tercapai.
Negosiasi gencatan senjata yang sudah dilakukan kerap berakhir buntu karena perdebatan alot soal pembebasan sandera dan lama waktu gencatan senjata. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5986 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2651 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2309 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan