Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Panas Ekstrem Sampai 47 Derajat, Filipina Liburkan Sekolah 2 Hari
BERITABALI.COM, DUNIA.
Filipina meliburkan seluruh sekolah negeri selama dua hari pada Senin (29/4) dan Selasa (30/4) imbas cuaca panas yang semakin ekstrem dalam beberapa pekan terakhir.
Selain karena cuaca ekstrem, Kementerian Pendidikan Filipina menuturkan demonstrasi transportasi nasional, terutama pengemudi bus kecil yang kerap disebut jeepney juga menjadi alasan meliburkan belajar mengajar tatap muka di kelas.
"Mengingat perkiraan indeks cuaca panas terbaru... dan pengumuman demo transportasi nasional, semua sekolah negeri di seluruh negeri akan menerapkan kelas pembelajaran jarak jauh pada tanggal 29 dan 30 April 2024," kata kementerian melalui Facebook seperti dikutip AFP.
Cuaca panas ekstrem terus melanda Asia Tenggara, termasuk Filipina.
Menurut Badan Pelayanan Astronomi, Meteorologi, dan Geofisika Filipina (Pagasa), suhu di Kota Aparri, Cagayan, di utara bahkan akan mencapai rekor tertinggi yakni 47 derajat celsius pada Minggu.
Selain Aparri, Kota Dagupan dan Tuguegarago juga akan mencapai suhu hingga 46 derajat celsius.
Dikutip The Inquirer, selain ketiga wilayah tersebut, biro cuaca negara bagian mengatakan 37 wilayah lainnya kemungkinan akan mencapai suhu panas 42 hingga 51 celsius yang termasuk dalam kategori "berbahaya".
Sementara wilayah lainnya, termasuk Manila, diperkirakan bakal mencapai suhu maksimal 45 derajat celsius. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan