Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Getaran Gempa di Kabupaten Bandung Rusak Masjid Hingga Rumah Warga
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gempa berkekuatan magnitudo 4.2 dan 4 mengguncang Kabupaten Bandung pada Rabu (1/5). Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan rentetan guncangan gempa tektonik itu merusak sejumlah bangunan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta Rabu mengatakan dua masjid, tiga gedung sekolah, satu puskesmas, dan tiga rumah warga rusak imbas guncangan gempa itu.
Berdasarkan data rekapitulasi sementara dari tim Pusdalops BNPB, bangunan yang terdampak guncangan gempa bumi itu berada di wilayah Desa Pangalengan, Sukamanah, Margamukti, Pulosari, Wanasari (Kecamatan Pangalengan) Desa Trumajaya (Kecamatan Kertasar), dan Desa Banjaran Wetan (Kecamatan Banjaran).
Ia mengungkapkan kerusakan yang dialami sejumlah bangunan tersebut berupa retakan pada dinding, sebagian lapisannya runtuh, hingga kerusakan bagian atap.
Data rekapitulasi itu juga mencatat prakiraan warga yang terdampak, yakni tiga keluarga yang sekaligus merupakan penghuni dari tiga unit rumah yang rusak di Desa Pangelengan.
Hingga kini, kata Abdul, tim di lapangan belum menerima laporan mengenai korban jiwa akibat gempa bumi beruntun sebanyak dua kali itu. Tim dipastikan terus memonitor dan mendata situasi di lapangan.
"Untuk upaya penanganan pasca kejadian gempa, BPBD Kabupaten Bandung terus monitor dan mendata wilayah yang terdampak gempa," katanya.
BNPB turut mengimbau warga Kabupaten Bandung dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan, seperti menghindari dinding bangunan yang sudah retak karena rentan runtuh bila terjadi gempa susulan.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan getaran gempa yang dirasakan masyarakat Kabupaten Bandung, Jawa Barat itu berasal dari aktivitas sesar Garut Selatan.
BMKG mencatat gempa pertama berkekuatan magnitudo 4.2 terjadi pukul 10.06 WIB dengan kedalaman empat kilometer. Pusat gempa berada di darat pada koordinat 7,20 LS - 107,57 BT. Guncangan gempa berlangsung selama 2-3 detik.
Kemudian, gempa susulan yang kedua kali kembali terjadi pukul 20.35 WIB. Gempa berkekuatan magnitudo 4 itu berpusat di darat dengan koordinat 7.82 LS 107.26 BT dengan kedalaman 24 kilometer.
Dari hasil analisa BMKG memastikan rentetan getaran itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan