Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bendesa Adat Berawa Diduga Tak Hanya Sekali Lakukan Pemerasan, Kejati Warning Bendesa Lainnya
beritabali/ist/Bendesa Adat Berawa Diduga Tak Hanya Sekali Lakukan Pemerasan, Kejati Warning Bendesa Lainnya.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kasus yang melibatkan Bendesa Adat Berawa berinisial KR diduga atas kasus pemerasan dalam jual beli tanah.
Hingga Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bendesa tersebut bersama seorang Pengusaha berinisial AN, Kamis (2/5).
Kepala Kejati Bali Ketut Sumedana menjelaskan, KR selaku Bendesa Adat telah melakukan upaya-upaya pemerasan dalam proses transaksi jual beli yang dilakukan oleh AN dengan pemilik tanah di Desa Berawa, Kuta Utara, Kabupaten Badung.
"KR meminta sejumlah uang Rp 10 miliar kepada AN atas transaksi AN dengan pemilik tanah," tandas Sumedana dalam rilis kasus pada Kamis (2/5/2024) di Kantor Kejati Bali.
Dalam prosesnya AN sudah beberapa kali melakukan transaksi kepada KR. Pertama sebesar Rp50 juta untuk melancarkan proses administrasi. Bahkan, saat sebelum penangkapan, pelaku meminta uang lagi dan sudah disiapkan uang tunai Rp100 juta yang kemudian menjadi barang bukti. Pelaku berdalih uang yang diminta untuk kepentingan adat, budaya, hingga keagamaan.
"Jadi transaksi pembelian tanah di sana harus melalui perizinan dari mereka (KR), baru bisa diclearkan ke tingkat selanjutnya. Kalau tidak ada izin, maka tidak ada tindak lanjut ke notaris," ucap pria yang Juga Menjabat Kapuspenkum Kejaksaan Agung itu.
Maka dari itu, Kejati Bali mengamankan KR dan AN di Cafe Casa Bunga, Renon, Denpasar saat sedang transaksi dan ngopi bersama.
Aparat menyita barang bukti uang tunai Rp100 juta. Selain itu, pihaknya juga mengamankan dua orang lainnya yang diduga terlibat. Dua orang tersebut tak disebutkan identitasnya, karena Kejati Bali masih mendalami peran mereka.
Disinyalir, KR tidak hanya sekali melakukan tindakan tersebut. Melainkan sudah ada beberapa investor baik lokal maupun asing yang dimintai uang. Pihaknya masih terus mendalami sepak terjang KR dalam perkara tersebut.
"Hal ini kami lakukan karena telah merusak nama baik Bali di mata investor internasional, menjaga nama baik budaya adat Bali, kami ingin ini tidak terjadi lagi. Kami akan selalu mengintip, akan mengorek segala upaya pemerasan yang dilakukan seperti ini," tutur Kajati asli Pulau Dewata tersebut.
Terkait penetapan tersangka, Sumedana mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sumedana juga akan menelusuri investor atau bendesa di daerah lainnya yang memiliki potensi pariwisata juga melancarkan modus serupa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan