Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Awas Anak Muda, 5 Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Sebelum 45 Tahun
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Stroke tak cuma menyerang usia tua. Kini, siapa saja bisa terkena stroke, termasuk anak muda.
Kira-kira, apa saja kebiasaan yang membuat stroke di usia muda?
Stroke adalah kondisi medis yang disebabkan oleh penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Kondisi ini menghambat aliran darah ke otak dan menyebabkan kematian sel otak.
Umumnya, stroke menyerang kelompok usia dewasa tua. Namun, sejumlah penelitian menemukan usia terkena stroke semakin mundur hingga sebelum 45 tahun dalam beberapa tahun terakhir.
Mengutip Medical News Today, stroke di usia muda bisa muncul seiring terjadinya obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes.
Ada juga beberapa faktor risiko lain yang bisa jadi penyebab stroke di usia muda. Misalnya saja infeksi virus tertentu, masalah kardiovaskular seperti kolesterol tinggi, kehamilan, pola makan, dan faktor genetik.
Kebiasaan yang membuat stroke di usia muda
Setidaknya, ada beberapa kebiasaan yang membuat stroke di usia muda. Berikut di antaranya, mengutip NBC News.
1. Sering makan gorengan
Makanan tinggi lemak, seperti gorengan, sangat bisa memicu stroke. Sebuah penelitian menemukan, orang yang mengonsumsi makanan tinggi lemak punya risiko 40 persen lebih tinggi mengalami stroke.
Selain gorengan atau makanan yang digoreng, hindari juga kebiasaan mengonsumsi daging merah atau makanan olahan.
2. Jomlo terus
Sebuah penelitian di Tel Aviv University menemukan, orang yang menikah di usia paruh baya memiliki risiko stroke 64 persen lebih kecil dibandingkan mereka yang memilih tidak menikah selamanya.
Dengan demikian, memilih untuk terus melajang seumur hidup tampaknya bukan pilihan yang sehat untuk otak.
Namun demikian, bukan asal menikah yang dimaksud di sini. Pernikahan juga harus bahagia.
Laporan yang sama menemukan, orang yang menjalani pernikahan yang tidak memuaskan memiliki risiko stroke yang hampir sama dengan mereka yang melajang.
3. Sering mengeluh
Tak ada salahnya sesekali mengeluhkan kehidupan. Tapi, kalau mengeluh dijadikan 'aktivitas harian', maka bisa jadi masalah.
Kebahagiaan adalah kunci dalam kesehatan kardiovaskular. Sering mengeluh bisa jadi salah satu tanda ketidakbahagiaan dalam hidup.
Sebuah penelitian pada tahun 2001 menemukan, suasana hati dan sikap positif dapat melindungi seseorang dari risiko stroke.
4. Gemar makan tapi sering mager
Makan memang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Namun, jika dilakukan berlebihan dan tak terkontrol, maka makan bisa jadi masalah.
Masalah juga bakal semakin runyam jika kebiasaan makan berlebih tak terkontrol itu tak dibarengi dengan aktivitas fisik.
Kebiasaan di atas berisiko meningkatkan berat badan. Sebuah penelitian menemukan, berat badan berlebih bisa meningkatkan risiko stroke.
5. Merokok
Bukan rahasia lagi, merokok jadi salah satu kebiasaan yang membuat stroke di usia muda. American Heart Association (AHA) bahkan menyebutkan bahwa risiko stroke bisa meningkat hingga dua kali lipat jika seseorang punya kebiasaan merokok.
Untungnya, berhenti merokok dapat menurunkan risiko tersebut, termasuk bagi perokok berat. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5993 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4675 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2654 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2315 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan