Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Malaysia Pakai Diplomasi Orangutan Bujuk Negara Beli Minyak Sawitnya
beritabali.com/cnnindonesia.com/Malaysia Pakai Diplomasi Orangutan Bujuk Negara Beli Minyak Sawitnya
BERITABALI.COM, DUNIA.
Malaysia berencana menerapkan hadiah orangutan kepada negara-negara yang membeli minyak sawitnya.
Kuala Lumpur mengusulkan inisiatif setelah terinspirasi dari kebijakan China, 'diplomasi panda'.
Kementerian Perdagangan Malaysia Johari Abdul Ghani mengatakan dengan "diplomasi orangutan", Malaysia akan memberikan kera besar yang terancam punah itu kepada negara-negara yang membeli minyak sawitnya, terutama negara-negara pengimpor utama seperti Uni Eropa dan India.
"Dengan memperkenalkan 'diplomasi orangutan', ini akan menunjukkan kepada dunia, bahwa Malaysia selalu berkomitmen terhadap konservasi keanekaragaman hayati," ujarnya dalam unggahan di platform media sosial X.
Orangutan merupakan binatang endemik Indonesia yang terancam punah. Menurut WWF, hal itu disebabkan akibat habitat mereka semakin menyusut "imbas penebangan hutan, perluasan pertanian, pembangunan infrastruktur, termasuk juga perluasan perkebunan kelapa sawit."
Ghani juga mendesak perusahaan kelapa sawit untuk berkolaborasi dengan LSM dalam membantu melestarikan dan memberikan keahlian teknis mengenai satwa liar di Malaysia.
Sementara itu, perkebunan sawit selama ini banyak dinilai sebagai biang kerusakan hutan hujan di Malaysia dan Indonesia yang semakin masif selama beberapa dekade terakhir.
Selama ini, Malaysia dan Indonesia merupakan penghasil terbesar minyak sawit di dunia.
Sebagai informasi, Diplomasi Panda milik China yang bakal ditiru Malaysia ini telah lama dijadikan soft power Negeri Tirai Bambu dalam politik luar negeri.
Selama ini, China memang kerap "meminjamkan" panda-panda ke kebun binatang di negara lain sebagai gesture penguatan hubungan bilateral dan kerja sama.
Meski begitu, negara-negara tersebut diwajibkan mengembalikan anak-anak panda yang lahir ke China beberapa tahun setelah kelahirannya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2724 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2020 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun