Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Malaysia Pakai Diplomasi Orangutan Bujuk Negara Beli Minyak Sawitnya
beritabali.com/cnnindonesia.com/Malaysia Pakai Diplomasi Orangutan Bujuk Negara Beli Minyak Sawitnya
BERITABALI.COM, DUNIA.
Malaysia berencana menerapkan hadiah orangutan kepada negara-negara yang membeli minyak sawitnya.
Kuala Lumpur mengusulkan inisiatif setelah terinspirasi dari kebijakan China, 'diplomasi panda'.
Kementerian Perdagangan Malaysia Johari Abdul Ghani mengatakan dengan "diplomasi orangutan", Malaysia akan memberikan kera besar yang terancam punah itu kepada negara-negara yang membeli minyak sawitnya, terutama negara-negara pengimpor utama seperti Uni Eropa dan India.
"Dengan memperkenalkan 'diplomasi orangutan', ini akan menunjukkan kepada dunia, bahwa Malaysia selalu berkomitmen terhadap konservasi keanekaragaman hayati," ujarnya dalam unggahan di platform media sosial X.
Orangutan merupakan binatang endemik Indonesia yang terancam punah. Menurut WWF, hal itu disebabkan akibat habitat mereka semakin menyusut "imbas penebangan hutan, perluasan pertanian, pembangunan infrastruktur, termasuk juga perluasan perkebunan kelapa sawit."
Ghani juga mendesak perusahaan kelapa sawit untuk berkolaborasi dengan LSM dalam membantu melestarikan dan memberikan keahlian teknis mengenai satwa liar di Malaysia.
Sementara itu, perkebunan sawit selama ini banyak dinilai sebagai biang kerusakan hutan hujan di Malaysia dan Indonesia yang semakin masif selama beberapa dekade terakhir.
Selama ini, Malaysia dan Indonesia merupakan penghasil terbesar minyak sawit di dunia.
Sebagai informasi, Diplomasi Panda milik China yang bakal ditiru Malaysia ini telah lama dijadikan soft power Negeri Tirai Bambu dalam politik luar negeri.
Selama ini, China memang kerap "meminjamkan" panda-panda ke kebun binatang di negara lain sebagai gesture penguatan hubungan bilateral dan kerja sama.
Meski begitu, negara-negara tersebut diwajibkan mengembalikan anak-anak panda yang lahir ke China beberapa tahun setelah kelahirannya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan