Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 8 Juli 2026
Liga Muslim Dunia Kecam Serbuan Israel di Rafah, Bikin Gaza Hancur
BERITABALI.COM, DUNIA.
Liga Muslim Dunia (Muslim World League/MWL) mengecam serbuan dan serangan Israel di Rafah, Senin (6/5).
Dalam rilis resi, Sekretariat Jenderal MWL Syeikh Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, "mengutuk agresi brutal Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza".
"[Agresi] tu sebagai bagian dari kampanye sistematis yang bertujuan menghancurkan wilayah tersebut [Rafah] dan mengusir penduduk," ujar Al Issa, dikutip situs resmi.
Organisasi ini juga mewanti-wanti potensi bahaya yang ditimbulkan pasukan Israel menargetkan Rafah di Jalur Gaza, dan menekankan risiko konsekuensi kemanusiaan yang parah.
Dia juga menekankan betapa penting untuk secara tegas mengatasi pelanggaran berat yang dilakukan Israel terhadap hukum dan norma internasional serta kemanusiaan.
MWL, lanjut Al Issa, telah mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah-langkah segera dan efektif untuk menghentikan agresi tanpa henti terhadap warga sipil.
Belakangan ini, Israel mengebom dan menyerbu Rafah. Imbas serangan ini, 12 orang tewas.
Serangan Israel di Rafah terjadi saat agresi di Gaza masih berjalan sejak Oktober 2023. Imbas agresi, lebih dari 34.000 orang di Palestina meninggal.
Komunitas internasional mewanti-wanti serangan di Rafah bisa menyebabkan lebih banyak korban dan memicu bencana kelaparan. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3625 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1205 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1196 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1043 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun