Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Mesir Geram, Tak Terima Disalahkan Israel Karena Tutup Rafah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Mesir marah usai disalahkan Israel karena menutup perbatasan Rafah di Jalur Gaza, Palestina.
Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry mengatakan keputusan Kairo untuk menutup perbatasan dengan Palestina itu lantaran serangan Israel yang diluncurkan ke kota selatan Gaza tersebut.
Shoukry menyebut Israel melakukan tindakan militer dan mengontrol perbatasan Rafah dari sisi Palestina sehingga bantuan kemanusiaan tak bisa masuk.
"Israel bertanggung jawab penuh atas bencana kemanusiaan yang dihadapi rakyat Palestina di Jalur Gaza saat ini," kata Shoukry, seperti dikutip CNN, Selasa (14/5).
Shoukry tak terima karena Israel justru seakan menyalahkan Mesir karena telah menyebabkan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza gegara menutup perbatasan Rafah.
Ia lantas mendesak pemerintah Zionis untuk menjalankan kewajibannya sebagai kekuatan pendudukan. Ia juga meminta pemerintah Israel agar memastikan pengiriman bantuan memasuki Gaza dengan aman.
Pernyataan Shoukry ini muncul setelah Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, menyerukan Mesir untuk membuka kembali perbatasan Rafah agar bantuan kemanusiaan bisa kembali memasuki Gaza.
Dalam unggahan di X (Twitter), Katz mengaku telah bicara dengan Menlu Inggris David Cameron dan Menlu Jerman Alma Baerbock mengenai kebutuhan "untuk membujuk Mesir membuka kembali Rafah guna memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan internasional yang berkelanjutan ke Gaza."
"Kunci untuk mencegah krisis kemanusiaan di Gaza sekarang ada di tangan Mesir," kata Katz, seperti dikutip Reuters.
Rafah memang menjadi salah satu rute penting bagi aliran bantuan kemanusiaan yang ingin memasuki Gaza. Mesir telah menutup perbatasan ini sejak Israel mengerahkan tank-tank ke Rafah dan menguasai penyeberangan dari sisi Palestina pada 7 Mei lalu.
Agresi Israel di Jalur Gaza hingga kini telah menewaskan lebih dari 35 ribu warga Palestina. Mayoritas korban ialah anak-anak dan perempuan. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan