Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Mesir Geram, Tak Terima Disalahkan Israel Karena Tutup Rafah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Mesir marah usai disalahkan Israel karena menutup perbatasan Rafah di Jalur Gaza, Palestina.
Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry mengatakan keputusan Kairo untuk menutup perbatasan dengan Palestina itu lantaran serangan Israel yang diluncurkan ke kota selatan Gaza tersebut.
Shoukry menyebut Israel melakukan tindakan militer dan mengontrol perbatasan Rafah dari sisi Palestina sehingga bantuan kemanusiaan tak bisa masuk.
"Israel bertanggung jawab penuh atas bencana kemanusiaan yang dihadapi rakyat Palestina di Jalur Gaza saat ini," kata Shoukry, seperti dikutip CNN, Selasa (14/5).
Shoukry tak terima karena Israel justru seakan menyalahkan Mesir karena telah menyebabkan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza gegara menutup perbatasan Rafah.
Ia lantas mendesak pemerintah Zionis untuk menjalankan kewajibannya sebagai kekuatan pendudukan. Ia juga meminta pemerintah Israel agar memastikan pengiriman bantuan memasuki Gaza dengan aman.
Pernyataan Shoukry ini muncul setelah Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, menyerukan Mesir untuk membuka kembali perbatasan Rafah agar bantuan kemanusiaan bisa kembali memasuki Gaza.
Dalam unggahan di X (Twitter), Katz mengaku telah bicara dengan Menlu Inggris David Cameron dan Menlu Jerman Alma Baerbock mengenai kebutuhan "untuk membujuk Mesir membuka kembali Rafah guna memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan internasional yang berkelanjutan ke Gaza."
"Kunci untuk mencegah krisis kemanusiaan di Gaza sekarang ada di tangan Mesir," kata Katz, seperti dikutip Reuters.
Rafah memang menjadi salah satu rute penting bagi aliran bantuan kemanusiaan yang ingin memasuki Gaza. Mesir telah menutup perbatasan ini sejak Israel mengerahkan tank-tank ke Rafah dan menguasai penyeberangan dari sisi Palestina pada 7 Mei lalu.
Agresi Israel di Jalur Gaza hingga kini telah menewaskan lebih dari 35 ribu warga Palestina. Mayoritas korban ialah anak-anak dan perempuan. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1980 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun