Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Mesir Tambah Pasukan Perbatasan di Tengah Ketegangan dengan Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Mesir dilaporkan telah mengerahkan pasukan tambahan beserta kendaraan pengangkut personel lapis baja ke perbatasannya dengan Jalur Gaza pekan ini. Dilansir dari Middle East Eye, pengerahan ini terjadi di tengah ketegangan Mesir dan Israel dalam beberapa waktu terakhir.
Lima belas kendaraan pengangkut yang dilengkapi peralatan tempur terlihat oleh sejumlah penduduk Sheikh Zuweid di Sinai. Kendaraan lapis baja itu disebut mengarah ke perbatasan Sinai-Gaza pada Rabu (15/5) malam.
Yayasan Hak Asasi Manusia Sinai pada Kamis (16/5) melaporkan konvoi kendaraan lapis baja lainnya juga terlihat tiba di desa Al-Joura, selatan Sheikh Zuweid.
Mesir bersitegang dengan Israel usai pasukan Zionis menyerang secara terbatas kota Rafah, selatan Gaza, pada 6 Mei lalu. Serangan itu berujung pada diambil alihnya perbatasan Rafah dari sisi Palestina oleh Israel.
Menurut seorang sumber militer Mesir, Israel tak mengoordinasikan operasi tersebut dengan Kairo. Mesir pun terpaksa menutup perbatasan Rafah dari sisinya dan bersiaga.
Karena penutupan ini, tak ada bantuan kemanusiaan yang bisa masuk ke Gaza. Di tengah kondisi ini, Israel justru menuduh Mesir memblokade jalur masuk bantuan dan menyebabkan warga Gaza kelaparan.
Mesir tak terima dan menyalahkan balik Israel atas serbuannya 6 Mei lalu.
Pada Selasa (14/5), Wall Street Journal melaporkan bahwa Kairo sedang mempertimbangkan penarikan duta besar mereka dari Israel.
Bahkan, Mesir juga dikabarkan bakal menarik diri dari posisi mediator negosiasi gencatan senjata Hamas-Israel.
Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Liga Arab di Bahrain, Kamis (16/5), Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi mengatakan Israel terus menghindari upaya gencatan senjata di Jalur Gaza.
"Kami mendapati bahwa Israel terus melarikan diri dari tanggung jawabnya dan menghindari upaya yang dilakukan untuk mencapai gencatan senjata," kata Sisi.
"Mereka yang berpikir bahwa solusi keamanan dan militer mampu mengamankan kepentingan atau mencapai keamanan adalah orang yang mengalami delusi," tukasnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2749 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1962 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun