Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Bus Study Tour SMPN 3 Depok Kecelakaan di Bali
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebuah bus pengangkut rombongan karya wisata atau study tour siswa-siswi SMP Negeri 3 Depok, Sleman, DIY mengalami kecelakaan di Bali, Sabtu (18/5).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Ery Widaryana mengatakan bus tersebut tertimpa tiang listrik ketika sedang dalam perjalanan dari Bedugul, Bali. Dari foto dan video beredar, nampak tiang listrik beton menimpa atap bagian belakang bus.
"Korban jiwa enggak ada, semua baik-baik saja," kata Ery saat dihubungi, Minggu (19/5).
Menurut Ery, penyebab robohnya tiang listrik diduga karena konstruksinya yang lemah. Akibatnya, tiang itu langsung tumbang saat kabel yang menggantung tersangkut bagian atas belakang badan bus.
"Itu kejadiannya saat bus pelajar itu perjalanan pulang dari Bedugul, lalu lanjut sampai Pelabuhan Gilimanuk [untuk perjalanan ke Yogya]," beber Ery.
Imbas kejadian ini, bus yang tertimpa tiang listrik itu diganti dengan unit lain yang didatangkan oleh perusahaan bus asal Jember, Jawa Timur.
"Bus pengganti yang dikirimkan juga bus yang masih cukup baru, produksi tahun 2022," kata Ery.
Ery menuturkan jika bus rombongan pelajar SMP Negeri 3 Depok Sleman itu izin melaksanakan study tour yang berangkat sejak Senin (13/5) kemarin. Ia menyebut, sekolah di wilayah Kabupaten Sleman memang wajib melapor ke dinas pendidikan setempat jika hendak menggelar karya wisata.
Ia mengklaim kebijakan ini sudah lama bergulir, bahkan sebelum tragedi kecelakaan bus SMK Lingga Kencana Depok di Ciater Jawa Barat yang menewaskan 11 orang pada 11 Mei 2024 kemarin.
"Jika ada sekolah yang menggelar study tour tanpa izin dan kami tahu, maka study tour tahun berikutnya tidak kami izinkan," tegas Ery.
Ery menjelaskan sosialisasi pemeriksaan kelayakan kendaraan pengangkut siswa-siswi peserta karya wisata adalah syarat mutlak sebelum izin kegiatan diberikan.
"Perlunya sekolah izin ke dinas jauh jauh hari sebelum pelaksanaan study tour atau outing class itu untuk diteruskan ke dinas perhubungan agar dapat melakukan pengecekan armada yang digunakan siswa," jelasnya.
Kata dia, petugas dinas perhubungan akan turun langsung melakukan pengecekan kelaikan armada. "Dari pengecekan armada itu jika layak maka akan mendapatkan surat layak jalan dari dinas perhubungan," pungkasnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6013 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2343 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2243 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan