Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
ISIS Klaim Tembak Mati 3 Turis Spanyol di Afghanistan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan tiga turis Spanyol dan tiga warga setempat di sebuah destinasi wisata di Afghanistan.
Dalam sebuah pernyataan di channel Telegram, kelompok jihadis tersebut mengatakan bahwa "para pejuang menembaki para turis Kristen dan rekan-rekan mereka yang beragama Syiah dengan senapan mesin" di kota pegunungan Bamiyan pada hari Jumat (17/5).
Mengutip AFP, rombongan turis tersebut ditembaki ketika sedang berbelanja di sebuah pasar di Bamiyan, sekitar 180 kilometer sebelah barat ibukota Kabul.
Para jihadis mengatakan mereka menyerang sebuah "bus berisi turis yang merupakan warga negara dari negara-negara koalisi", mengacu pada koalisi pimpinan AS yang telah memerangi ISIS di Timur Tengah.
"Serangan ini sejalan dengan arahan para pemimpin ISIS untuk menargetkan warga negara dari negara-negara koalisi di mana pun mereka berada," kata pernyataan tersebut, Minggu (19/5).
Sehari sebelumnya, para pejabat Taliban mengatakan mereka telah menangkap tujuh tersangka setelah serangan tersebut.
Jumlah pengeboman dan serangan bunuh diri di Afghanistan telah berkurang secara dramatis sejak otoritas Taliban mengambil alih kekuasaan. Namun, sejumlah kelompok bersenjata, termasuk ISIS, tetap menjadi ancaman.
Para jihadis telah berulang kali menargetkan komunitas Syiah Hazara yang secara historis teraniaya, karena menganggap mereka bidah.
Suku Hazara merupakan mayoritas penduduk di provinsi Bamiyan, tujuan wisata utama di Afghanistan.
Serangan ini diyakini sebagai serangan mematikan pertama terhadap turis asing sejak Taliban kembali berkuasa pada tahun 2021 di negara di mana hanya sedikit negara yang memiliki perwakilan diplomatik.
Semakin banyak pengunjung yang melakukan perjalanan ke Afghanistan karena keamanan telah membaik sejak Taliban mengakhiri pemberontakan mereka setelah menggulingkan pemerintah yang didukung Barat.
Pemerintah Taliban belum diakui secara resmi oleh pemerintah asing mana pun.
Namun, pemerintahan ini telah mendukung sektor pariwisata yang masih baru, dengan lebih dari 5.000 wisatawan asing mengunjungi Afghanistan pada tahun 2023, menurut angka resmi.
Negara-negara Barat menyarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke negara tersebut, memperingatkan adanya peningkatan risiko penculikan dan serangan.
Kelompok yang menjadi target serangan hari Jumat terdiri dari 13 wisatawan dari berbagai negara, termasuk enam warga negara Spanyol.
Para pejabat Spanyol mengatakan ketiga warganya yang tewas dalam serangan tersebut berasal dari Catalonia.
Mereka terdiri dari seorang ibu dan anak perempuannya serta seorang pria berusia 63 tahun yang bekerja sebagai insinyur.
Seorang pensiunan Spanyol berusia 82 tahun terluka parah dan dievakuasi ke rumah sakit Kabul yang dioperasikan oleh LSM Italia Emergency, di mana ia dan korban lainnya yang terluka dalam serangan tersebut telah distabilkan.
"Ia mengalami kemajuan yang baik dari luka-lukanya, namun prognosisnya belum pasti," demikian pernyataan kementerian luar negeri Spanyol pada hari Minggu.
Para diplomat Spanyol telah menuju ke Afghanistan dan berupaya memulangkan jenazah korban tewas dan memindahkan yang terluka, serta berkoordinasi dengan delegasi Uni Eropa di Kabul.
Kedutaan Besar Spanyol di Kabul dievakuasi pada tahun 2021, bersama dengan misi Barat lainnya, setelah Taliban mengambil alih kembali kendali ibu kota Afghanistan. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6005 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4687 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2328 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan