Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Delegasi WWF dari Thailand Tertarik Sistem Subak di Jatiluwih
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beberapa delegasi World Water Forum (WWF) ke-10 mengunjungi Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih di Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan.
Giliran Delegasi WWF Thailand berkunjung ke destinasi wisata dengan pemandangan sawah terasering pada Kamis, (23/5).
Rombongan yang berjumlah 15 orang tersebut dipimpin Surasri Kittimonthon selaku Sekretaris Jendral Sistem Pengairan Thailand. Tiba di DTW Jatiluwih sekitar Pukul 11.05 WITA langsung disambut Manajer DTW Jatiluwih I Ketut Purna didampingi Perbekel Jatiluwih I Nengah Kartika.
Tidak lupa rombongan delegasi dari Thailand tersebut dikalungi bunga pertanda ucapan selamat datang. Manajer DTW Jatiluwih I Ketut Purna mengarahkan rombongan menuju Subak Jatiluwih dengan menyusui jalan Subak sembari menjelaskan kondisi Subak Jatiluwih mulai dari sejarahnya yang merupakan warisan turun temurun dari leluhur masyarakat di Desa Jatiluwih.
Termasuk luasan hamparan sawah terasering, pengolahan sawah, sistem Subak yang masih lestari sampai hari ini, hingga harga gabah setelah panen.
Berkeliling Subak menuju spot foto yang telah disiapkan di tengah sawah semakin membuat terpesona para delegasi dari negara gajah putih tersebut. Momen tersebut digunakan sebagai ajang foto selfe juga foto bersama. Usai berkeliling rombongan dijamu makan siang bersama.
Surasri Kittimonthon selaku Sekretaris Jendral Sistem Pengairan Thailand mengatakan pihaknya sangat berkesan karena Jatiluwih bisa merawat Subak ini secara berkelanjutan.
"Subak Sistemnya sangat bagus dan harus diwariskan kepada anak cucu," jelasnya.
Ia juga kagum dengan sistem Subak, terasering dan padi merah yang ada di Jatiluwih.
Manajer DTW Jatiluwih I Ketut Purna mengatakan kunjungan Delegasi WWF dari Thailand juga mengagumi sistem pertanian yang ada di Jatiluwih.
"Meski pertanian mereka lebih baik dari mereka tapi mereka mengungkapkan ketertarikannya dengan subak, bahkan mau belajar lagi tentang pertanian di desa kita Jatiluwih ini," ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun