Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Tank-Tank Israel Tetap Merangsek ke Rafah Meski Dikecam Dunia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Tank-tank Israel maju ke pusat Kota Rafah, Gaza selatan Palestina, untuk pertama kalinya pada Selasa (28/5), menurut para saksi mata. Operasi ini terjadi tiga minggu setelah serangan darat di kota Gaza selatan tersebut, yang telah memicu kecaman global atas terus banyaknya korban sipil.
Tank dan kendaraan lapis baja yang dilengkapi senapan mesin terlihat di dekat masjid Al-Awda, sebuah landmark di pusat Rafah, kata para saksi mata kepada Reuters. Militer Israel mengatakan pasukannya terus beroperasi di wilayah Rafah, tanpa menyebut mereka masuk ke pusat kota.
"Semalaman, pasukannya (Israel) menggempur kota tersebut dengan serangan udara dan tembakan tank," kata seorang warga.
Israel tetap melancarkan serangan meskipun ada protes internasional atas serangan pada hari Minggu (26/5) yang memicu kebakaran besar di sebuah kamp tenda pengungsi, hingga menewaskan sedikitnya 45 warga Palestina, di mana lebih dari setengahnya adalah anak-anak, wanita, dan orang tua.
Para pemimpin global menyuarakan kengerian atas kebakaran di "zona kemanusiaan" yang ditetapkan sebagai tempat keluarga-keluarga yang terpaksa mengungsi akibat pertempuran di tempat lain di Gaza mencari perlindungan, dan mendesak penerapan perintah Pengadilan Dunia untuk menghentikan serangan Israel.
Dalam langkah lain yang bertujuan untuk mengekang kekerasan, Spanyol, Irlandia, dan Norwegia secara resmi mengakui negara Palestina pada Selasa (28/5).
Ketiga negara tersebut mengatakan mereka berharap keputusan mereka akan mempercepat upaya untuk mencapai gencatan senjata dalam perang Israel melawan militan Hamas, yang kini memasuki bulan kedelapan.
Warga mengatakan lingkungan Tel Al-Sultan di Rafah, tempat terjadinya serangan pada Minggu malam di mana tenda dan tempat berlindung dibakar ketika banyak keluarga sedang tidur, masih dibombardir.
"Tembakan tank berjatuhan di mana-mana di Tel Al-Sultan. Banyak keluarga meninggalkan rumah mereka di Rafah barat karena tembakan sepanjang malam," kata seorang warga kepada Reuters melalui aplikasi obrolan.
Menurut laporan Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), banyak warga Palestina berulangkali melarikan diri mengungsi akibat gelombang agresi Israel di Rafah sejak awal Mei 2024.
Sebuah video yang diperoleh Reuters menunjukkan keluarga-keluarga kembali bergerak, membawa barang-barang mereka melewati jalan-jalan Rafah yang hancur, anak-anak mereka yang kelelahan mengikuti di belakang mereka.
"Ada banyak serangan, asap dan debu. Itu adalah kematian dari Tuhan. (Israel) menyerang di mana-mana. Kami lelah," kata Moayad Fusaifas sambil mendorong barang-barangnya dengan dua sepeda. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5865 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4609 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2578 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2219 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2200 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan