Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Perusahaan di Korut Rebutan Kirim Pekerja ke China
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sejumlah perusahaan di Korea Utara rebutan untuk mengirim pekerjanya ke China.
Perusahaan-perusahaan tersebut disebut telah menghubungi pihak China untuk menerima lebih banyak pekerja dari Korut.
Melansir Radio Free Asia, Pyongyang berupaya untuk mendongkrak kondisi ekonomi dengan mendatangkan lebih banyak mata uang asing.
"Perusahaan perdagangan Korea Utara saat ini sedang berjuang untuk menemukan mitra bisnis Tiongkok," ungkap seorang sumber dari Provinsi Jilin, China yang tak disebut namanya.
Ia lalu mengungkap bahwa terdapat seorang pejabat perusahaan Korut yang memintanya untuk dicarikan mitra bisnis China.
"Pada pertengahan April, saya menerima permintaan serupa dari seorang ekspatriat Korea Utara," tambah keterangannya.
Pekerja Korut disebut tengah mengalami krisis pekerjaan. Sebab, sanksi internasional yang berlaku kerap mengisolasi nilai ekonomi negara.
Terlebih, anggaran sumber daya Pyongyang sebagian besar sudah habis untuk uji coba program nuklir dan rudal.
Pengiriman pekerja ke China sebagai negara mitra merupakan salah satu upaya guna mendongkrak kembali siklus perekonomian negara.
Sejak Pandemi COVID-19, banyak pekerja Korut yang tidak bisa pulang ke kampung halaman karena ada penutupan perbatasan negara. Namun sejak wabah itu hilang, peluang bagi perusahaan dan pekerja Korut mulai terbuka kembali.
Oleh sebab itu, pemerintah Korut tengah gencar mengirim pekerja baru ke China melalui berbagai upaya untuk menghindari sanksi yang berlaku. Seperti menggunakan visa pelajar hingga pelatihan kejuruan.
Seperti yang terjadi pada pertengahan Mei lalu. Perusahaan pakaian China menandatangani kontrak untuk merekrut 800 pekerja Korut.
Para pekerja yang hanya digaji setidaknya 4.000 yuan (US$550) telah melewati berbagai skema penyetoran uang. Baik untuk setoran ke pemerintah hingga dana penghidupan selama merantau.
Namun, para perusahaan China disebut puas usai mendatangkan pekerja dari Korut. Sebab, para pekerja bisa dibayar lebih rendah dibandingkan dengan pekerja lokal.
Upaya itu terjadi usai pemerintahan Kim Jong Un membangun 10.000 unit rumah untuk warga secara cuma-cuma.
Kebijakan itu menjadi bagian dari program pembangunan 50.000 unit rumah gratis di Pyongyang dalam waktu lima tahun dan telah dimulai sejak 2021. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan