Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Belasan Pemotor Terjatuh Akibat Tumpahan Solar di Tulikup
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Belasan pengendara sepeda motor terjatuh karena jalanan licin akibat tumpahan solar yang berceceran di jalan penghubung antara Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Klungkung, tepatnya di Jalan Raya Tulikup pada Sabtu (8/6/2024).
Tumpahan solar berceceran di Kabupaten Gianyar. Beruntung petugas segera membersihkan jalur tersebut. Petugas pemadam kebakaran dan kepolisian melakukan pembersihan jalan dengan menyemprotkan air.
Menurut warga, sudah belasan pengendara sepeda motor terjatuh akibat licinnya jalan. Kejadian ini pun dilaporkan kepada petugas kepolisian. Bahkan, jalan licin yang membuat celaka pengendara ini viral di media sosial.
Warga setempat, I Wayan Widarta menyatakan bahwa diduga tumpahan solar ini diakibatkan oleh kendaraan truk yang melintas di kawasan ini pada Sabtu pagi.
“Banyak yang terjatuh, kebanyakan roda dua, bahaya untuk dilintasi,” kata Widarta.
Petugas Polres Gianyar dan petugas pemadam kebakaran mendatangi lokasi dan langsung melakukan pembersihan jalan dengan menyemprotkan air. Sistem buka tutup jalan diberlakukan, mengingat jalan masih licin dilalui oleh kendaraan, khususnya sepeda motor. (sumber: sindonews.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2801 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun