Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membubarkan Kabinet Perang menyusul pengunduran diri pemimpin oposisi Benny Gantz.
Hal itu diungkap seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya kepada AFP.
Ia berkata "kabinet keamanan akan terus memutuskan masalah-masalah yang berkaitan dengan perang" antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza.
Media Israel menyebut langkah itu dimaksudkan untuk melawan tekanan dari politisi sayap kanan yang menginginkan suara lebih besar dalam pengambilan keputusan.
Kabinet Perang dibentuk setelah Gantz meninggalkan oposisi untuk bergabung dengan pemerintahan Netanyahu. Tak hanya Gantz, anggota partai lain, Gadi Eisenkot, setuju untuk bergabung dengan syarat Kabinet Perang dibentuk.
Pengunduran diri kedua mantan panglima militer ini dari pemerintahan membuat Kabinet Perang "tidak diperlukan lagi".
"Artinya kabinet keamanan akan lebih sering bertemu. Kabinet keamanan adalah badan yang bertanggung jawab mengambil keputusan [terkait perang]," kata pejabat itu.
Gantz mengumumkan pengunduran dirinya pada 9 Juni 2024 setelah gagal membuat Netanyahu menyetujui rencana pascaperang di Gaza.
Kabinet Perang dibentuk lima hari setelah dimulainya perang antara Israel dan Hamas. Anggotanya tak hanya Netanyahu, Eisenkot, dan Gantz, tetapi juga Menteri Pertahanan Yoav Gallant hingga politikus Ron Dermer sebagai pengamat.
Namun, Gantz, yang dipandang sebagai lawan politik Netanyahu yang paling tangguh, mengumumkan keputusannya yang "rumit dan menyakitkan" untuk menarik diri dari kabinet pekan lalu.
Alasannya, kegagalan Netanyahu dalam menyusun strategi konflik di Gaza dan pemerintahan Jalur Gaza di masa depan.
Pengunduran diri Gantz memicu seruan dari anggota sayap kanan koalisi pemerintahan Netanyahu, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, untuk bergabung dalam Kabinet Perang.
Kedua tokoh tersebut sebelumnya jelas-jelas dikeluarkan dari kabinet atas perintah Gantz.
Dengan membubarkan kabinet, melansir CNN, Netanyahu mungkin bisa terhindar dari keharusan menyetujui seruan Ben-Gvir untuk bergabung, yang bisa semakin memperburuk hubungan Israel dengan Amerika Serikat.
Atau juga harus menolak tuntutannya, yang bisa membuat marah koalisi sayap sayap Netanyahu yang lebih ekstrem. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan