Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Putin-Kim Jong Un Makin Mesra, Teken Pakta Pertahanan Korut-Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menandatangani sejumlah perjanjian saat bertemu, termasuk pakta pertahanan bersama di Pyongyang, pada Rabu (19/6).
Pakta bertajuk "kemitraan strategis komprehensif" ini mencakup klausul pertahanan bersama jika terjadi agresi terhadap salah satu negara.
"Perjanjian kemitraan komprehensif yang ditandatangani hari ini antara lain memberikan bantuan timbal balik jika terjadi agresi terhadap salah satu pihak dalam perjanjian ini," kata Putin, dikutip Reuters.
Putin juga mengatakan Rusia membuka peluang bekerja sama secara militer dengan Korut. Dia lalu menyinggung tindakan negara Barat mengirim senjata jarak jauh ke Ukraina dan dipakai untuk berperang.
Menurut Putin pengiriman senjata dari Barat melanggar perjanjian besar.
"Sehubungan dengan hal ini, Rusia tak mengecualikan pengembangan kerja sama teknis militer dengan Republik Demokratik Rakyat Korea (nama resmi Korut)," ujar dia.
Di kesempatan itu, Kim memuji Rusia karena melakukan langkah strategis yang sangat signifikan untuk mendukung Korut.
Kim mengatakan pakta itu akan memperluas kerja sama di bidang politik, ekonomi dan pertahanan antara kedua negara. Dia juga menyebut perjanjian bersifat "cinta damai dan defensif."
"Hubungan kedua negara telah meningkat ke tingkat aliansi yang lebih tinggi," ujar Kim.
Menanggapi kesepakatan baru Putin dan Kim, sejumlah pihak menilai pakta tersebut bisa memicu perubahan dramatis terkait keseimbangan di semenanjung Korea.
Pakta perjanjian tersebut merupakan hasil kunjungan Putin ke Korut. Ia tiba pada Rabu dan disambut langsung oleh Kim.
Namun kunjungan Putin menarik perhatian khusus bagi dunia terutama Amerika Serikat.
Juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre khawatir hubungan kedua negara yang semakin dalam.
"[Ini adalah] tren yang harus menjadi perhatian besar bagi siapa pun yang tertarik menjaga perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea," kata Jean Pierre. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan