Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 6 Oktober 2026
Bupati Tamba Mendem Pedagingan di Pura Majapahit Desa Baluk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Bupati Jembrana, I Nengah Tamba melaksanakan mendem pedagingan pada Karya Melaspas dan Ngenteg Linggih Pura Majapahit, Desa Baluk, Kecamatan Negara, Jembrana, Kamis (20/6).
Turut ngupasaksi pada prosesi mendem pedagingan tersebut yakni Raja Klungkung, Ida Dalem Semara Putra, Panglingsir Puri Satria/Puri Agung Denpasar, Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi (Cok Rat), Panglingsir Puri Agung Tabanan, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Senator Bali I Gusti Arya Wedakarna, serta seluruh krama masyarakat.
"Astungkara, prosesi mendem pedagingan memargi antar (berjalan lancar). Matur suksma (terima kasih) kepada Ida Dalem Semara Putra (Raja Klungkung), Cok Rat (Panglingsir Puri Satria), Turah Tabanan (Penglingsir Puri Tabanan) serta Senator Bali, Arya Wedakarna (AWK)," ungkap Bupati Tamba saat mendampingi Kajati (Kepala Kejaksaan Tinggi) Bali, Ketut Sumedana usai melaksanakan persembahyangan di Pura Dang Kahyangan Majapahit.
Pihaknya juga menghaturkan terima kasih kepada Kajati Bali beserta jajaran atas kehadirannya untuk turut serta menghaturkan bhakti serangkaian dari karya ini.
"Ngiring masyarakat Jembrana luangkan waktu untuk tangkil ngaturang bhakti ke Pura Dang Kahyangan Majapahit. Semoga Ida Bhatara Sesuhunan yang berstana di Pura Majapahit ini senantiasa memberikan anugerahnya keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan bagi semuanya," ucapnya seraya menyerahkan punia yang berasal dari urunan ASN Pemkab Jembrana.
Sementara itu, Prawartaka Karya, I Komang Wiasa menuturkan bahwa rangkaian Karya Melaspas dan Ngenteg Linggih Pura Dang Kahyangan Majapahit sudah dimulai sejak sejak bulan Mei hingga nanti akhir Juni mendatang.
Untuk besok, Jumat (21/6), lanjut Wiasa akan dilaksanakan upacara melasti ke segara Desa Pengambengan, kemudian dilakukan juga mapekelem serta tari rejang masal.
Puncak karya pemelaspasan dan ngenteg linggih sendiri akan dilaksanakan pada rahina Saniscara, Sabtu (22/6) dan dipuput oleh 7 (tujuh) Sulinggih.
Selama karya ini berlangsung, krama masyarakat yang melaksanakan ayah-ayahan berasal dari 5 (lima) desa adat pengempon pura yakni Desa Pakraman Baluk, Baler Bale Agung, Banyubiru, Kaliakah Kauh dan Kaliakah Kangin.
"Kami berharap keseluruhan upacara dapat berjalan lancar dan sukses sesuai dengan rencana," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1412 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1212 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 641 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 552 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 522 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung