Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kabinet Israel Kacau, Netanyahu Tuduh Menteri Bocorkan Rahasia Negara
beritabali.com/cnnindonesia.com/Kabinet Israel Kacau, Netanyahu Tuduh Menteri Bocorkan Rahasia Negara
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuding Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir membocorkan rahasia negara. Tuduhan ini kian menambah krisis gejolak di pemerintahan Israel.
Ben Gvir sebelumnya menuntut bergabung ke Kabinet Perang yang sudah dibubarkan Netanyahu. Dia sangat ingin berperan dalam mengambil keputusan terkait agresi Israel.
"Perdana Menteri Netanyahu memberi tahu Menteri Ben Gvir satu hal sederhana: 'Siapa pun yang ingin menjadi mitra dalam tim konsultasi keamanan terbatas harus membuktikan bahwa dia tak membocorkan rahasia negara atau percakapan pribadi'," demikian menurut Partai Likud dalam rilis resmi, dikutip New Arab, Kamis (20/6).
Likud merupakan partai yang diketuai Netanyahu dan memimpin koalisi pemerintah Israel saat ini.
Ben Gvir berulang kali dituduh membocorkan percakapan kabinet yang digelar secara tertutup kepada awak media. Netanyahu juga disebut-sebut tak memercayai menteri ini.
Ribut-ribut kedua orang itu muncul setelah Netanyahu menekan Ben Gvir mendukung undang-undang 'Hukum Rabbi.' Ini menjadi syarat untuk tetap berada dalam koalisi yang dipimpin Likud.
UU itu akan mengalihkan pengambilan keputusan soal pemilihan rabbi dari dewan lokal ke Kementerian Agama. Kementerian ini dipimpin partai ultra ortodoks pendukung Netanyahu, Shas.
Pada Rabu, parlemen menggelar voting. Hasilnya RUU itu tak banyak mendapat dukungan bahkan dari Likud. Netanyahu lantas membatalkan rencana aturan baru tersebut.
Pemimpin Shas, Arye Dery, kemudian langsung menelepon Netanyahu dan mengancam akan mundur dari koalisi.
Jika itu terjadi, kemungkinan akan menyebabkan kabinet Netanyahu runtuh. Sejumlah pertanyaan juga muncul termasuk kemampuan PM Israel memenangkan pemilu tanpa mempertahankan dukungan partai ultra-Ortodoks seperti Shas dan Jewish Power.
Jewish Power juga sempat memberi pernyataan yang bisa disebut menantang Netanyahu. Mereka menyatakan akan mendukung RUU poligraf atau aturan untuk mendeteksi kebohongan selama UU ini berlaku bagi mereka yang menggunakan alat pacu jantung.
Netanyahu belum lama ini dikabarkan memasang alat pacu jantung.
Pemerintahan Netanyahu terus mendapat kritik sejak Israel melancarkan agresi ke Gaza pada Oktober 2023. Imbas operasi itu, lebih dari 37.000 orang di Palestina meninggal. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan