Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Kabinet Israel Kacau, Netanyahu Tuduh Menteri Bocorkan Rahasia Negara
beritabali.com/cnnindonesia.com/Kabinet Israel Kacau, Netanyahu Tuduh Menteri Bocorkan Rahasia Negara
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuding Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir membocorkan rahasia negara. Tuduhan ini kian menambah krisis gejolak di pemerintahan Israel.
Ben Gvir sebelumnya menuntut bergabung ke Kabinet Perang yang sudah dibubarkan Netanyahu. Dia sangat ingin berperan dalam mengambil keputusan terkait agresi Israel.
"Perdana Menteri Netanyahu memberi tahu Menteri Ben Gvir satu hal sederhana: 'Siapa pun yang ingin menjadi mitra dalam tim konsultasi keamanan terbatas harus membuktikan bahwa dia tak membocorkan rahasia negara atau percakapan pribadi'," demikian menurut Partai Likud dalam rilis resmi, dikutip New Arab, Kamis (20/6).
Likud merupakan partai yang diketuai Netanyahu dan memimpin koalisi pemerintah Israel saat ini.
Ben Gvir berulang kali dituduh membocorkan percakapan kabinet yang digelar secara tertutup kepada awak media. Netanyahu juga disebut-sebut tak memercayai menteri ini.
Ribut-ribut kedua orang itu muncul setelah Netanyahu menekan Ben Gvir mendukung undang-undang 'Hukum Rabbi.' Ini menjadi syarat untuk tetap berada dalam koalisi yang dipimpin Likud.
UU itu akan mengalihkan pengambilan keputusan soal pemilihan rabbi dari dewan lokal ke Kementerian Agama. Kementerian ini dipimpin partai ultra ortodoks pendukung Netanyahu, Shas.
Pada Rabu, parlemen menggelar voting. Hasilnya RUU itu tak banyak mendapat dukungan bahkan dari Likud. Netanyahu lantas membatalkan rencana aturan baru tersebut.
Pemimpin Shas, Arye Dery, kemudian langsung menelepon Netanyahu dan mengancam akan mundur dari koalisi.
Jika itu terjadi, kemungkinan akan menyebabkan kabinet Netanyahu runtuh. Sejumlah pertanyaan juga muncul termasuk kemampuan PM Israel memenangkan pemilu tanpa mempertahankan dukungan partai ultra-Ortodoks seperti Shas dan Jewish Power.
Jewish Power juga sempat memberi pernyataan yang bisa disebut menantang Netanyahu. Mereka menyatakan akan mendukung RUU poligraf atau aturan untuk mendeteksi kebohongan selama UU ini berlaku bagi mereka yang menggunakan alat pacu jantung.
Netanyahu belum lama ini dikabarkan memasang alat pacu jantung.
Pemerintahan Netanyahu terus mendapat kritik sejak Israel melancarkan agresi ke Gaza pada Oktober 2023. Imbas operasi itu, lebih dari 37.000 orang di Palestina meninggal. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2724 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2020 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun