Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Nestapa Keluarga Mudiana, Dua Anaknya Idap Epilepsi, Nunggak BPJS Kesehatan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kisah pilu dialami Pande Putu Mudiana (41) dan istri, Ni Komang Sri Darmini (41). Pasangan dari Desa Temesi, Kecamatan Gianyar itu memiliki dua putra mengidap epilepsi, Pande Putu Bagus Pramudiananda (14) dan Pande Kadek Bagas Pramudiananta (12).
Keluarga Pande Putu Mudiana telah menghadapi kesulitan besar dalam mengatasi biaya pengobatan anak-anak mereka. Ayahnya baru saja diberhentikan bekerja karena tempat kerjanya bangkrut.
Bahkan, iuran BPJS tidak ditanggung perusahaan lagi, sehingga kini mereka nunggak BPJS hingga Rp 25 juta.
"Setiap bulan, mereka harus mengeluarkan Rp 3 juta untuk membeli obat yang efektif bagi kedua anak," ujar Pande.
Kini, dirinya hanya mengandalkan kerja serabutan. Di sisi lain, jika orang tua bekerja keluar, yang mengurus anak tidak ada. "Kami hanya mengandalkan penghasilan sebagai buruh serabutan," ujar dia.
Baca juga:
Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Epilepsi
Besar harapannya agar ada dermawan dari langit. "Kami berharap ada bantuan dari pemerintah dan donatur untuk membantu pengobatan anak saya. Tanpa bantuan, sangat sulit bagi kami untuk memenuhi kebutuhan pengobatan bulanan anak-anak kami," ungkap Pande lirih
Ia berharap, kedua anak mereka bisa sembuh. Pande mengakui selama ini sejumlah donatur swasta mendatangi untuk memberikan bekal hidup dari sembako hingga uang saku.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2505 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun