Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Zelensky Pecat Komandan Senior Tentara Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memecat pejabat tinggi militer yang memimpin pasukan di wilayah timur negara itu, Letnan Jenderal Yuriy Sodol, pada Senin (24/6).
Letnan Jenderal Yuriy Sodol dipecat atas dugaan tidak kompeten, sekaligus menyalahgunakan kekuasaan selama invasi Rusia.
Pemecatan dilakukan Zelensky ketika Ukraina berjuang menahan pasukan Rusia di wilayah timur berbulan-bulan, hampir dua setengah tahun setelah perang.
"Saya memutuskan untuk mengganti Panglima Gabungan Angkatan Bersenjata Ukraina, Letnan Jenderal Yuriy Sodol, dengan Brigadir Jenderal Andriy Gnatov," kata Zelensky dalam pidato malamnya sehari-hari.
Dia tidak memberikan rincian mengenai alasan pemecatan tersebut namun keputusan tersebut diambil setelah muncul kritik dari seorang komandan brigade Azov, yang dikenal karena hubungannya dengan sayap kanan.
Komandan Azov Bogdan Krotevych sehari sebelumnya mengajukan pengaduan ke Badan Keamanan Negara (Security Service of Ukraine/SBU) dan menyerukan penyelidikan terhadap Sodol.
Menurut laporan media setempat, Krotevych menuduh Sodol tidak kompeten dan menyalahkannya atas kematian tentara Ukraina di garis depan.
Ukraina - yang kalah persenjataan dan jumlah pasukannya dari Rusia - telah mengalami kemunduran berbulan-bulan, dengan pasukan Moskow mengklaim desa-desa baru di wilayah timur hampir setiap minggu, namun tanpa membuat terobosan besar.
Sebelumnya, Zelensky menegaskan pihaknya terbuka untuk segera melakukan pembicaraan jika Moskow menarik pasukannya keluar dari wilayah Ukraina.
Hal tersebut disampaikan Zelensky dalam konferensi damai yang digelar di Swiss, Minggu (16/6). Pihak Rusia sendiri tidak menghadiri konferensi tersebut.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menuntut Ukraina menarik mundur pasukannya dari bagian selatan dan timur negara itu jika ingin invasi berakhir.
Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022, memicu konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.
Pasukan Rusia masih menguasai kurang dari seperlima wilayah Ukraina yang diakui secara internasional, termasuk semenanjung Krimea yang dicaplok pada 2014. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1978 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun