Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Malaysia Airlines Putar Balik Usai Alami Masalah Tekanan Udara
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pesawat MH780 Malaysia Airlines putar balik usai mengalami masalah teknis kala terbang menuju Thailand, Senin (24/6).
Menurut laporan kantor berita Malaysia, Bernama, maskapai itu menyatakan bahwa pesawat MH780 mengalami masalah tekanan udara saat melakukan perjalanan dari Bandara Internasional Kuala Lumpur menuju Bangkok.
Pesawat lepas landas pada pukul 17.59 waktu setempat.
"Pilot yang beroperasi memulai penurunan darurat meskipun tekanan udara dalam kabin tidak melebihi batas normal dan masker oksigen penumpang tak diturunkan," demikian keterangan maskapai, seperti dikutip New Straits Times.
Meski sempat mengalami masalah, pesawat dikabarkan tetap stabil dan mampu kembali ke Kuala Lumpur dengan melakukan pendaratan yang aman.
"Pesawat tetap stabil dan kembali ke KLIA dan mendarat dengan selamat pada pukul 20.18," demikian keterangan Malaysia Airlines.
Menurut juru bicara Malaysia Airlines, pesawat MH780 membawa 164 penumpang dan 12 awak kabin kala terbang.
Saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan mengenai masalah tersebut, demikian dikutip dari ABC News. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3871 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1985 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1855 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1754 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1533 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun