Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Dianggap Tak Becus, Zelensky Pecat Kepala Pasukan Gabungan Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menunjuk Brigadir Jenderal Andriy Hnatov sebagai Komandan Pasukan Gabungan Ukraina, usai memecat Letnan Jenderal Yuri Sodol dari jabatannya.
Pemecatan Sodol terjadi karena dinilai menjadi dalang dalam kemunduran militer Ukraina, di tengah invasi Rusia yang masih berlanjut.
Penggantian komandan pasukan ini juga dikonfirmasi Kepala Resimen Azov, Bohdan Krotevych, dalam surat edaran.
"Sodol telah membunuh lebih banyak tentara Ukraina, daripada jenderal Rusia mana pun," kata Krotevych, seperti dikutip Reuters, Selasa (25/6).
Usai pemecatan itu, Zelensky langsung menunjuk Andriy Hnatov sebagai sosok pengganti Sodol yang diperintahkan untuk "menyelamatkan nyawa sebanyak mungkin pejuang Ukraina."
Zelensky lantas tak memberikan komentar terkait alasan pemecatan Sodol sebagai komandan pasukan tersebut.
Perang yang disebut sangat menyiksa Ukraina itu kerap membuat militer negara tersebut kewalahan menghadapi serangan Rusia. Zelensky sebagai kepala negara pun turut andil dalam mencari bantuan militer dari komunitas internasional.
Bahkan, militer Rusia baru-baru ini telah menggempur kota Pokrovsk di Ukraina timur hingga menewaskan empat orang dan puluhan lainnya.
Berdasarkan laporan AFP di lokasi kejadian, mereka melihat warga memilah-milah puing-puing di dekat kawah yang dalam dan bangunan tempat tinggal yang hancur akibat gelombang ledakan.
"Empat warga sipil tewas dan 40 lainnya menderita luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda akibat serangan roket di Pokrovsk," kata gubernur regional Vadym Filashkin.
"Di antara korban luka terdapat tiga anak: dua anak perempuan berusia 11 dan 12 tahun serta seorang anak laki-laki berusia 12 tahun," tambahnya.
Filashkin mengatakan pasukan Rusia telah menembakkan dua rudal Iskander-M ke Pokrovsk, menghancurkan dan merusak beberapa rumah. Kota tersebut memiliki populasi sekitar 61.000 jiwa sebelum perang.
Hingga kini, Zelensky masih harus memutar otak guna mengatur lebih lanjut strategi militernya usai serangan Rusia pada Selasa (24/6).
"Akan ada pembicaraan terpisah di Kyiv, khususnya dengan para pejabat yang harus berada di sini dan di daerah lain di dekat garis depan - di komunitas yang sulit di mana masyarakat membutuhkan solusi segera," kata Zelensky.
Ia pun kerap memantau langsung segala aktivitas yang terjadi di lini depan pertahanan negaranya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8082 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5660 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2394 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan