Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Nihil Hingga Hari ke-7, Upaya Pencarian Nelayan Hilang di Bunutan Dihentikan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Hingga hari ke-7, upaya tim SAR gabungan untuk mencari keberadaan seorang nelayan, I Made Sulandri (50) asal Banjar Dinas Banyuning, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem yang hilang di perairan Bunutan belum membuahkan hasil.
Upaya pencarian nelayan tersebut sesuai SOP akan dihentikan pada hari ke-7 jika target masih tidak ditemukan, terkecuali ada permintaan pihak keluarga untuk kembali memperpanjang upaya pencarian terhadap lelaki 50 tahun tersebut.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana membenarkan bahwa hari ini, Jumat (5/7/2024) upaya pencarian terhadap Made Sulandri telah resmi dihentikan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada.
"Ketika sudah tujuh hari melakukan pencarian namun target tidak ditemukan maka proses pencarian akan dihentikan kecuali ada permintaan khusus dari pihak keluarga untuk memperpanjang pencarian,” kata Wiadnyana kepada wartawan.
Pada hari ke-7 ini, pihaknya juga sudah bertemu dengan anggota keluarga korban untuk menyampaikan jika proses pencarian telah dihentikan. Pihak keluarga pun mengaku menerima dengan ikhlas dan berterima kasih kepada tim SAR yang sudah berupaya untuk melakukan pencarian terhadap anggota keluarganya yang hilang.
Untuk diketahui, selama proses pencarian, tim SAR gabungan sempat mengalami beberapa kendala karena cuaca buruk. Seperti hujan deras, angin kencang serta gelombang tinggi yang membuat proses pencarian sempat dihentikan beberapa jam. Upaya pencarian juga sempat diperluas hingga perairan Seraya, namun hingga kini keberadaan target belum juga ditemukan.
Sebelumnya, hilangnya Sulandri baru diketahui setelah beberapa nelayan mendapati jukung korban terombang ambing tanpa awak diperairan Bunutan pada Sabtu (29/6/2024) lalu. Saat itu, melihat ciri - ciri yang ada pada perahu, akhirnya pihak keluarha mengenai bahwa jukung tersebut dipergunakan oleh korban untuk melaut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 581 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 451 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan