Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Wakil Menteri Palestina Tewas Imbas Bombardir Israel ke Sekolah Gaza
beritabali.com/cnnindonesia.com/Wakil Menteri Palestina Tewas Imbas Bombardir Israel ke Sekolah Gaza
BERITABALI.COM, DUNIA.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Palestina Ihab Al Ghussein tewas terbunuh dalam serangan udara Isael ke Jalur Gaza pada Minggu (7/7).
Kantor berita Turki, Anadolu Agency, melaporkan kantor media pemerintah Hamas di Gaza menuturkan Al Ghussein terbunuh bersama sekelompok warga Palestina lainnya usai terkena langsung serangan udara jet Israel.
Meski begitu, kantor media tersebut tidak menjelaskan detail kronologi serangan tersebut.
Sementara itu, dikutip Al Arabiya, Al Ghussein tewas dalam serangan udara Israel ke sebuah sekolah PBB di kompleks kamp pengungsian, Al Nuseirat, Gaza.
Menurut media Arab Saudi itu, serangan Israel ke Sekolah Keluarga Suci (Holy Family School) menewaskan setidaknya empat orang, termasuk Al Ghussein.
Sebelumnya, istri dan anak perempuan Al Ghussein lebih dulu terbunuh dalam serangan Israel yang menyasar langsung rumah tempat mereka mengungsi di Gaza.
Sebelum menjabat di pemerintahan resmi Palestina, Al Ghussein pernah menjadi juru bicara Kementerian Dalam Negeri di Gaza yang dikuasai Hamas.
Sejauh ini, dikutip The Middle East Monitor (MEMO), belum ada tanggapan dan laporan dare Israel soal kematian Al Ghussein. Militer Israel, yang telah lama menuduh Hamas bersembunyi di sekolah dan infrastruktur sipil lainnya, membenarkan serangan "di area sekolah" di Kota Gaza.
Sejak melancarkan agresi brutal 7 Oktober lalu, Israel terus menuding Hamas membentuk sejumlah pos dan markas yang bersembunyi di balik sekolah-sekolah, kamp pengungsian, hingga rumah sakit di Gaza.
Klaim tersebut pun menjadi dalih bagi Israel yang terus melancarkan serangan mematikan ke tempat-tempat tersebut meski dikutuk dunia karena banyak menewaskan warga sipil.
Sementara itu, Badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, marah besar atas serangan berulang kali di lokasi sekolah tersebut.
"Hari yang berbeda. Bulan yang berbeda. Dan sekolah yang berbeda terus terkena dampaknya," kata Ketua UNRWA Philippe Lazzarini melalui platform media sosial X.
Juru bicara UNRWA Juliette Touma mengatakan kepada AFP bahwa 190 - atau lebih dari setengah - fasilitas badan tersebut di Gaza telah terkena serangan, "beberapa lebih dari sekali", sejak perang dimulai dengan serangan Hamas terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober.
"Ketika perang dimulai, kami menutup sekolah-sekolah dan menjadikannya tempat penampungan," katanya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2638 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2287 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan