Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Diusir, Pasukan AS Mulai Kosongkan Pangkalan Militer di Niger
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pasukan Amerika Serikat telah menyelesaikan penarikan pasukan sepenuhnya dari pangkalan mereka di ibu kota Niger, Niamey, per Senin (8/7) usai pemerintah negara Afrika itu membatalkan perjanjian militer kedua negara Maret lalu.
Melalui kesepakatan kedua negara, militer AS juga akan sepenuhnya angkat kaki dari kota lain di utara Niger, Agadez, sebelum tenggat waktu 15 September yang ditetapkan pemerintah.
"Kementerian Pertahanan Niger dan Kementerian Pertahanan AS mengumumkan bahwa penarikan pasukan dan persenjataan Amerika dari pangkalan Niamey 101 kini telah selesai," kata kedua negara dalam sebuah pernyataan.
Pembatalan kerja sama militer ini dilakukan setelah junta militer berkuasa usai menggulingkan pemerintah sipil melalui kudeta pada Juli 2023.
Amerika Serikat memiliki sekitar 650 tentara di Niger sebagai bagian dari misi anti-teroris di beberapa negara Sahel di Afrika Barat, termasuk pangkalan drone besar di dekat Agadez.
Penerbangan terakhir yang membawa pasukan AS dijadwalkan akan lepas landas dari Niamey pada Minggu malam pekan ini.
Selama ini, AS mengerahkan 950 pasukan di Niger. Saat ini sudah 766 tentara yang meninggalkan negara tersebut.
"Pasukan Amerika sekarang akan fokus pada penarikan pangkalan udara 201 di Agadez," kata pernyataan itu, dan menegaskan bahwa penarikan akan selesai pada 15 September sesuai rencana.
Niger meminta Amerika Serikat untuk menarik pasukan dari pangkalan udara mereka, menyusul pengerahan pasukan Rusia di negara tersebut.
Pasukan Rusia kini berada di pangkalan udara Niger yang menampung pasukan AS.
Salah satu pejabat Pentagon mengungkapkan pasukan Rusia memang sudah di pangkalan Udara Niger, tetapi mereka tak berbaur dengan militer AS yang ada di Pangkalan Udara 101.
Penguasa Niger bukan satu-satunya pihak yang meminta pasukan AS angkat kaki. Militer Negeri Paman Sam ini lebih dulu bertolak dari Chad usai diminta pergi.
Mali dan Burkina Faso juga melakukan Langkah serupa dengan mengusir pasukan Prancis.
AS dan sekutunya mau tak mau harus memindahkan pasukan karena penguasa di negara Afrika ingin menjauhi mereka. Di saat yang sama, Rusia berupaya memperkuat dengan sejumlah negara di Benua Hitam.
Rusia menempatkan diri sebagai negara sahabat yang tak punya beban kolonial di Benua Afrika. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan