Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Diusir, Pasukan AS Mulai Kosongkan Pangkalan Militer di Niger
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pasukan Amerika Serikat telah menyelesaikan penarikan pasukan sepenuhnya dari pangkalan mereka di ibu kota Niger, Niamey, per Senin (8/7) usai pemerintah negara Afrika itu membatalkan perjanjian militer kedua negara Maret lalu.
Melalui kesepakatan kedua negara, militer AS juga akan sepenuhnya angkat kaki dari kota lain di utara Niger, Agadez, sebelum tenggat waktu 15 September yang ditetapkan pemerintah.
"Kementerian Pertahanan Niger dan Kementerian Pertahanan AS mengumumkan bahwa penarikan pasukan dan persenjataan Amerika dari pangkalan Niamey 101 kini telah selesai," kata kedua negara dalam sebuah pernyataan.
Pembatalan kerja sama militer ini dilakukan setelah junta militer berkuasa usai menggulingkan pemerintah sipil melalui kudeta pada Juli 2023.
Amerika Serikat memiliki sekitar 650 tentara di Niger sebagai bagian dari misi anti-teroris di beberapa negara Sahel di Afrika Barat, termasuk pangkalan drone besar di dekat Agadez.
Penerbangan terakhir yang membawa pasukan AS dijadwalkan akan lepas landas dari Niamey pada Minggu malam pekan ini.
Selama ini, AS mengerahkan 950 pasukan di Niger. Saat ini sudah 766 tentara yang meninggalkan negara tersebut.
"Pasukan Amerika sekarang akan fokus pada penarikan pangkalan udara 201 di Agadez," kata pernyataan itu, dan menegaskan bahwa penarikan akan selesai pada 15 September sesuai rencana.
Niger meminta Amerika Serikat untuk menarik pasukan dari pangkalan udara mereka, menyusul pengerahan pasukan Rusia di negara tersebut.
Pasukan Rusia kini berada di pangkalan udara Niger yang menampung pasukan AS.
Salah satu pejabat Pentagon mengungkapkan pasukan Rusia memang sudah di pangkalan Udara Niger, tetapi mereka tak berbaur dengan militer AS yang ada di Pangkalan Udara 101.
Penguasa Niger bukan satu-satunya pihak yang meminta pasukan AS angkat kaki. Militer Negeri Paman Sam ini lebih dulu bertolak dari Chad usai diminta pergi.
Mali dan Burkina Faso juga melakukan Langkah serupa dengan mengusir pasukan Prancis.
AS dan sekutunya mau tak mau harus memindahkan pasukan karena penguasa di negara Afrika ingin menjauhi mereka. Di saat yang sama, Rusia berupaya memperkuat dengan sejumlah negara di Benua Hitam.
Rusia menempatkan diri sebagai negara sahabat yang tak punya beban kolonial di Benua Afrika. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2796 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2028 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1969 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1801 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun