Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
240 Rumah Warga Rusak Akibat Gempa M 4,4 Guncang Batang
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 240 rumah warga rusak akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Batang, Jawa Tengah pada Minggu (7/7).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan sebaran kerusakan terjadi di Kabupaten Batang dan Kota Pekalongan.
Wilayah Kabupaten Batang yang teridentifikasi adanya kerusakan yakni Kecamatan Batang, Warungasem dan Wonotunggal. Sedangkan di Kota Pekalongan, dua rumah warga yang rusak berada di Kecamatan Pekalongan Timur.
"Perkembangan data terkini pada Senin (8/7), pukul 21.00 WIB, total kerusakan sebanyak 240 unit tersebut dengan rincian sebagai berikut, rumah rusak berat 14 unit, rusak sedang 34 dan rusak ringan 192," kata Muhari dalam keterangannya, Selasa (9/7).
Muhari menyampaikan di Kabupaten Batang, sebaran kerusakan tertinggi di Kecamatan Batang, yaitu dengan delapan wilayah administrasi setingkat desa dan kelurahan.
Selain kerusakan di sektor pemukiman, gempa bumi dengan magnitudo 4,4 itu juga berdampak pada kantor pemerintahan delapan unit, fasilitas pendidikan 15, tempat ibadah lima dan pasar tradisional dengan rusak ringan satu.
"Sejauh ini, tidak ada laporan adanya korban meninggal dunia. Namun, BNPB mendapatkan informasi sebanyak 13 warga mengalami luka ringan," ucapnya.
Tanggap darurat 7 hari
Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari imbas bencana gempabumi berkekuatan magnitudo 4,4 mengguncang tersebut pada Minggu (7/7).
"Pemerintah Kabupaten Batang mengeluarkan surat keputusan status tanggap darurat selama tujuh hari," kata Muhari.
Muhari menyebut penentuan status tanggap darurat itu ditindaklanjuti dengan aktivasi pos komando atau posko penanganan darurat bencana gempa bumi.
Petugas gabungan bersama warga melakukan pembersihan material reruntuhan bangunan di tiga kecamatan pada Senin (8/7) petang.
Kemudian, pada hari ini agenda kegiatan diprioritaskan pada pendistribusian bantuan makanan dan non-makanan kepada warga terdampak dan pelayanan kesehatan.
"Terkait dengan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi, tim gabungan tengah mempersiapkan untuk melakukan kajian kebutuhan pascabencana (jitupasna). Tim tersebut juga akan melakukan penilaian untuk verifikasi dan validasi data kerusakan bangunan," ujarnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5987 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2651 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2310 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan