Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Pasukan Israel Gempur 4 Sekolah di Gaza Dalam 4 Hari, 3 Milik PBB
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pasukan Israel menggempur empat bangunan sekolah dalam empat hari dan menewaskan puluhan orang. Dari jumlah ini, tiga di antaranya merupakan fasilitas pendidikan yang dikelola Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pada Selasa (9/7), Israel menyerang bangunan Sekolah Al Awda di Abassan, dekat Khan Younis. Imbas serangan ini setidaknya 30 orang tewas.
Di hari sebelumnya yakni pada Senin, sejumlah orang terluka gegara gempuran Israel di sekolah yang dioperasikan Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Nuseirat.
Pada pekan lalu yakni Sabtu, Israel menyerang sekolah yang dioperasikan PBB, Al Jawni. Imbas gempuran ini, 16 orang tewas.
Sekolah itu menampung sekitar 2.000 warga Palestina saat serangan terjadi.
Pada Minggu, empat orang tewas karena serangan Israel di Sekolah Holy Family di Gaza City.
Patriarkat Latin, yang mengelola sekolah tersebut, mengatakan ratusan orang telah tinggal di halaman sekolah sebelum serangan itu, demikian dikutip Al Jazeera.
Hari ini, Israel juga menyerang bangunan PBB di Gaza. Mereka mengklaim serangan itu untuk menargetkan Hamas yang berlindung di fasilitas sipil.
"[Hamas] beroperasi di dalam markas besar UNRWA di daerah tersebut dan menggunakan sebagai pangkalan melakukan serangan terhadap pasukan IDF [Pasukan Pertahanan Israel," demikian menurut Israel, dikutip AFP.
UNRWA tak segera memberi komentar soal serangan tersebut.
Badan ini juga menyatakan "tak punya cara untuk memverifikasi" klaim bahwa fasilitas mereka digunakan Hamas.
Serangan intensif Israel di Gaza terjadi saat pembicaraan negosiasi gencatan senjata di Qatar berlangsung.
Negosiasi gencatan senjata berlangsung alot. Biasanya topik yang menjadi perdebatan adalah pertukaran sandera atau tahanan hingga interval gencatan senjata.
Israel melancarkan agresi ke Gaza sejak Oktober 2023. Imbas operasi ini, lebih dari 38.000 orang di Palestina tewas dan ratusan ribu rumah hancur. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2524 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2016 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1945 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1796 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun