Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Aci Purnama Kasa, Pendakian Lewat Jalur Pura Pengubengan Ditutup
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Aktivitas pendakian di Gunung Agung melalui jalur Pura Pengubengan Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem ditutup sementara selama mulai 18 hingga 24 Juli 2024.
Penutupan sementara aktivitas pendakian ini dilakukan untuk mendukung kelancaran jalannya upacara Karya Aci Purnama Kasa yang berlangsung di Pura Pengubengan Besakih.
Pemangku Pura Pengubengan Besakih, Jro Mangku Nyoman Artawan mengatakan, dengan adanya rencana penutupan sementara ini, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ingin mendaki Gunung Agung agar menunda sementara aktivitas pendakian selama pelaksanaannya karya di Pura Pengubengan.
"Imbauan tersebut mulai berlaku pada 18 sampai 24 Juli 2024 mendatang. Kita juga sudah sebarluaskan informasi terkait permakluman larangan masyarakat melakukan aktivitas pendakian pada hari-hari tersebut," kata Mangku Artawan, Jumat (12/7/2024).
Ia juga menegaskan, bahwa himbauan tersebut hanya berlaku khusus untuk jalur pendakian Pura Pengubengan saja, sedangkan untuk jalur pendakian di luar Pura Pengubengan masih tetap bisa dilakukan oleh para pendaki.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2724 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2020 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun