Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Israel Bingung Serangan Drone Houthi dari Yaman Bisa Tembus Tel Aviv
beritabali.com/cnnindonesia.com/Israel Bingung Serangan Drone Houthi dari Yaman Bisa Tembus Tel Aviv
BERITABALI.COM, DUNIA.
Otoritas Israel kebingungan setelah Tel Aviv kebobolan serangan drone yang diklaim dari kelompok bersenjata Yaman, Houthi.
Pihak berwenang Israel pun terus melakukan penyelidikan soal serangan drone di Tel Aviv yang menewaskan satu orang dan melukai 10 orang pada Jumat (19/7), waktu setempat.
Juru Bicara pasukan Pertahanan Israel (IDF) Daniel Hagari menyebut militer mencurigai drone tersebut merupakan drone model Samad-3 buatan iran. Drone yang diluncurkan dari Yaman dan kemampuannya telah ditingkatkan agar jangkauan serangan makin luas.
Seorang pejabat militer Israel menyebut drone terdeteksi oleh sistem pertahanan udara Israel.
Tapi drone itu tidak dicegat dan dianggap sebagai kesalahan manusia. Pesawat itu juga dipersenjatai dengan hulu ledak dan menabrak sebuah gedung apartemen.
Meski demikian, pejabat ini tidak memberikan rincian lengkap soal kesalahan manusia dari drone itu. Hanya saja, dia menekankan bahwa sistem pertahanan udara Israel tidak selalu beroperasi secara mandiri.
Menurut penyelidikan awal, tidak ada sirene yang diaktifkan selama insiden terjadi. Di sisi lain Duta Besar AS untuk Israel juga mengaku sangat terkejut dengan kejadian ini.
"Terkejut dengan serangan drone Houthi yang kurang ajar," kata dia.
Ledakan mematikan
Ledakan di Tel Avib terjadi di distrik pusat yang merupakan kawasan kantor misi diplomatik dan terjadi sekitar 100 meter dari kantor cabang Kedutaan as.
Tidak ada kerusakan pada kantor-kantor diplomat asing dan tidak ada laporan mengenai cederanya personel AS.
"Kami menjalin kontak dekat dengan pihak berwenang Israel untuk menyelidiki sepenuhnya sumber ledakan dan sasarannya," kata dia.
Di sisi lain, Kelompok milisi Houthi di Yaman mengklaim ledakan di ibu kota Israel adalah bagian dari rencana mereka.
Juru bicara Houthi, Yahya Saree menyebut serangan ini bahkan menggunakan senjata mutakhir dan berbentuk drone jenis baru.
"Mampu melewati sistem pencegat bernama Jaffa," kata Saree.
Sedikitnya ada 10 orang meninggal akibat serangan ini. Sisanya saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5976 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4665 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan