Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Usai Tabrakan, 1 Kapal Supertanker Cabut dari Laut Singapura
BERITABALI.COM, DUNIA.
Penjaga pantai Malaysia mengatakan salah satu dari dua kapal tanker minyak besar yang bertabrakan di dekat perairan Singapura telah meninggalkan lokasi kecelakaan.
Kapal tanker yang dimaksud adalah Ceres I yang memiliki bendera Sao Tome dan Principe.
Selain itu, dilansir Reuters pada Sabtu (20/7), kapal tanker tersebut juga diyakini telah mematikan sistem pelacaknya. Hal tersebut membuat penjaga pantai Malaysia kini sedang melacak keberadaan kapal tersebut.
Sebelumnya, dua kapal tanker minyak besar terbakar usai bertabrakan di dekat Singapura. Kecelakaan itu terjadi pada Jumat (19/7) pukul 06.15 pagi waktu setempat.
Kapal tanker berbendera Singapura Hafnia Nile dan kapal tanker berbendera Sao Tome and Principe Ceres I berada sekitar 55 kilometer di timur laut pulau Pedra Branca di Singapura, menuju Selat Singapura.
Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA) mengatakan 22 awak Hafnie Nile dan 40 awak Ceres I semuanya selamat.
Sebanyak 14 orang dari Ceres I telah dievakuasi menggunakan helikopter Angkatan Udara Singapura, sementara 26 orang lainnya mengikuti operasi pemadaman kebakaran di atas kapal.
Pemilik Hafnia Nile mengonfirmasi bahwa kapal tersebut terlibat tabrakan dengan Ceres I milik China.
Dalam foto-foto yang dirilis oleh Angkatan Laut Singapura memperlihatkan asap hitam mengebul dari salah satu kapal tanker, dan awak yang diselamatkan menggunakan rakit penyelamat dan diterbangkan ke rumah sakit.
Baca juga:
Malaysia Punya Raja Baru, Hobi Naik Moge
Otoritas lingkungan di negara tetangga Malaysia mengatakan tengah bersiap untuk menghadapi potensi tumpahan minyak imbas insiden ini.
Namun salah satu perusahaan asuransi Hafnia Nile, Gard dari Norwegia, mengatakan masih terlalu dini untuk menilai dampak lingkungan.
"Kami memantau insiden ini," demikian pernyataan Gard.
Menurut data pelacakan kapal, kapal tanker Hafnia Nile dengan kapasitas 74 ribu ton itu tengah mengangkut sekitar 300 ribu barel nafta (hidrokarbon cair). Sementara supertanker Ceres I membawa 2 juta barel minyak mentah Iran.
Namun, Kementerian Perminyakan Iran membantah informasi tersebut. Mereka mengatakan tidak ada kapal yang membawa minyak mentah Iran.
Pemilik Ceres I yang berbasis di China hingga kini belum memberikan komentar resminya. Kapal Ceres I dibangun pada 2001, sementara Hafnia Nile dibangun pada tahun 2017. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2501 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun