Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
PBB: Tiga Desa di Papua Nugini Diserang Pekan Lalu, 26 Warga Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sedikitnya 26 orang tewas, termasuk 16 anak-anak, dalam serangan kekerasan di tiga desa di Papua Nugini pekan lalu.
Berdasarkan prediksi PBB, jumlah korban tewas bisa melebihi 50 orang.
"Saya ngeri dengan meletusnya kekerasan mematikan yang mengejutkan di Papua Nugini, yang tampaknya merupakan akibat dari perselisihan mengenai kepemilikan tanah dan danau serta hak penggunaan," ujar Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP, Rabu (24/7).
Turk mengungkapkan serangan terhadap tiga desa di provinsi Sepik Timur pada 16 dan 18 Juli juga menyebabkan lebih dari 200 penduduk desa melarikan diri "saat rumah mereka dibakar".
Ia pun meminta pihak berwenang Papua Nugini "untuk melakukan penyelidikan yang cepat, tidak memihak dan transparan dan memastikan mereka yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban".
"Penting juga bagi para korban dan keluarga mereka untuk menerima reparasi, termasuk perumahan yang layak, perlindungan efektif terhadap serangan lebih lanjut dan dukungan psikososial yang diperlukan," ujarnya.
Turk juga mendesak pihak berwenang "untuk bekerja sama dengan masyarakat yang terkena dampak untuk mengatasi akar permasalahan sengketa tanah dan danau, sehingga mencegah terulangnya kekerasan lebih lanjut".
Komentarnya menggemakan seruan yang dibuat oleh kantornya pada Februari lalu yang mendorong Papua Nugini untuk mengatasi akar penyebab meningkatnya kekerasan suku di negara tersebut setelah puluhan orang tewas dalam bentrokan yang sangat sengit antarsuku.
Konflik di antara 17 kelompok suku semakin meningkat sejak pemilu pada 2022 karena berbagai masalah termasuk sengketa tanah dan persaingan klan, ujar juru bicara Komisaris HAM PBB Jeremy Laurence pada saat itu.
Sejumlah suku saling berperang di Papua Nugini selama berabad-abad, tetapi masuknya tentara bayaran dan senjata otomatis memperburuk siklus kekerasan.
Pada saat yang sama, jumlah penduduk di negara ini meningkat dua kali lipat sejak 1980, sehingga menambah tekanan terhadap lahan dan sumber daya dan memperdalam persaingan antar suku. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5835 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2564 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2208 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2192 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan