Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Pekerja Kalangan Gen Z Rentan Depresi Meski Jam Kerja Lebih Pendek
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Meskipun jam kerja di Indonesia tergolong salah satu yang terpendek di Asia Tenggara, generasi atau gen Z ternyata menjadi kelompok pekerja yang paling rentan mengalami depresi di tempat kerja.
Temuan ini mengungkapkan bahwa meski jam kerja mereka lebih sedikit, tingkat depresi di kalangan generasi ini tetap tinggi.
Menurut laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), prevalensi depresi di Indonesia mencapai 1,4% pada tahun 2023. Namun, prevalensi ini meningkat secara signifikan di kalangan usia 15-24 tahun, yang merupakan generasi Z, dengan angka mencapai 2%.
Data ini menunjukkan bahwa generasi Z lebih mudah mengalami depresi, terutama ketika berada dalam lingkungan kerja yang menuntut. Menurut laporan, tingkat depresi tertinggi berdasarkan status pekerjaan terdapat pada pegawai swasta, yang menempati posisi kelima atau keenam dengan prevalensi sekitar 1%.
Baca juga:
Benarkah Mental Gen Z Lebih Lemah?
Kontras dengan temuan tersebut, jam kerja di Indonesia tergolong relatif singkat. Berdasarkan data dari International Labour Organization (ILO), rata-rata jam kerja di Indonesia mencapai 40 jam per minggu, menjadikannya sebagai salah satu negara dengan jam kerja terpendek di Asia Tenggara. (sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan