Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Gonjang-Ganjing AS Goyang Pasar Kripto, Bitcoin Ambruk ke US$ 58.000
beritabali.com/cnbcindonesia.com/Gonjang-Ganjing AS Goyang Pasar Kripto, Bitcoin Ambruk ke US$ 58.000
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pasar kripto cenderung melemah pada hari ini, Senin (5/8/2024) yang didominasi akibat ketakutan perihal kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) hingga tindakan bank sentral AS (The Fed) yang masih belum pasti.
Merujuk dari CoinMarketCap pada Senin (5/8/2024) pukul 06:08 WIB, pasar kripto kompak turun. Bitcoin melemah 3,19 persen ke US$58.661,72 sementara secara mingguan berada di zona merah 13,77 persen.
Ethereum berada di teritori negatif 6,51 persen dalam 24 jam terakhir dan dalam sepekan mengalami depresiasi 16,78 persen.
BNB tergelincir 4,73 persen secara harian dan dalam sepekan mengalami ambruk 13,85 persen.
Begitu pula dengan Solana yang mengalami penurunan 1,74 persen dalam 24 jam terakhir dan dalam tujuh hari terakhir ambles 23,19 persen.
CoinDesk Market Index (CMI) yang merupakan indeks untuk mengukur kinerja tertimbang kapitalisasi pasar dari pasar aset digital turun 3,65 persen ke angka 2.214,2 Open interest terdepresiasi 3,87 persen di angka US$55,67 miliar.
Sedangkan fear & greed index yang dilansir dari coinmarketcap.com menunjukkan angka 48 yang menunjukkan bahwa pasar berada di fase netral dengan kondisi ekonomi dan industri kripto saat ini.
Dikutip dari Cointurk News, Bitcoin turun di bawah US$60.000 dalam waktu kurang dari seminggu setelah mencapai puncaknya sebesar US$70.000 dalam sepekan. Pasar cryptocurrency yang selalu bergejolak mengalami pukulan lagi dalam sepekan terakhir dari berbagai arah, tetapi sebagian besar mungkin sebenarnya terkait dengan AS.
Data dari ekonomi AS yang cukup mengkhawatirkan memberikan tekanan tersendiri bagi pasar kripto.
Dengan tingkat pengangguran melonjak menjadi 4,3 persen, level tertinggi sejak Oktober 2021, hal ini menunjukkan bahwa ekonomi terbesar di dunia mungkin berada dalam kondisi yang lebih mengkhawatirkan daripada yang diperkirakan banyak orang. Wall Street bereaksi dengan penurunan harga yang tiba-tiba, dan pasar crypto mengikuti jejak tersebut.
Sementara dari sisi suku bunga The Fed pada pertemuan terakhir, The Fed masih menahan suku bunganya di level 5,25-5,50 persen sedangkan bank sentral lainnya (seperti Bank of England/BoE) telah menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin untuk pertama kalinya sejak pandemi.
Suku bunga yang lebih rendah umumnya dianggap bullish untuk aset berisiko seperti cryptocurrency karena membuat pinjaman menjadi lebih murah. Oleh karena itu, ketidakpastian mengenai langkah selanjutnya dari Fed bisa menjadi salah satu alasan mengapa beberapa investor memutuskan untuk keluar dari pasar crypto, setidaknya untuk saat ini.
Tidak sampai disitu, laporan mengenai ekonomi AS yang lemah dan ketidakpastian seputar tindakan The Fed telah membuat beberapa investor ketakutan, terutama investor besar yang cenderung menggunakan dana yang diperdagangkan di bursa AS (ETF) untuk investasi crypto.
Seperti dilaporkan pada hari Sabtu, penarikan dari dana ETF Bitcoin spot melonjak menjadi sekitar US$240 juta pada hari Jumat, angka tertinggi dalam hampir tiga bulan. Penarikan dari dana ETF Ethereum tetap negatif untuk minggu kedua berturut-turut. Aliran dana ETF terbukti sebelumnya memiliki dampak langsung pada harga Bitcoin, terutama penarikan. Akibatnya, ini bisa menjadi alasan signifikan di balik penurunan aset tersebut ke US$60.000 dan di bawahnya. (sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2607 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2262 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan