Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Tol Gilimanuk-Mengwi Belum Selesai, Pemerintah Kaji Pembangunan Jalan Tol di Bali Utara
bbn/dok beritabali/Tol Gilimanuk-Mengwi Belum Selesai, Pemerintah Kaji Pembangunan Jalan Tol di Bali Utara.
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Belum selesai pembangunan tol Gilimanuk-Mengwi, pemerintah berencana membangun tol yang mengubungkan Bali utara dan Selatan.
Hal ini dikonfirmasi Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra Atmawidjaja di kantornya, Jakarta, Selasa (20/8).
Kementerian PUPR, sebutnya sedang mengkaji konstruksi jalan tol yang menghubungkan bagian selatan dan utara Bali. Tujuannya untuk pemerataan pembangunan agar tidak menumpuk di bagian selatan Pulau Dewata.
"Kami akan sebar jalan tol ke bagian timur, barat, termasuk ke utara. Perhatian kami dalam tol ke bagian utara Bali adalah kondisi lingkungan," katanya.
Selain itu, pembangunan jalan tol ke arah utara Pulau Bali akan memperhatikan Gunung Agung yang merupakan gunung api aktif.
"Kami akan cek betul lokasinya agar tidak merusak lingkungan, baik saat konstruksi berlangsung maupun rampung," katanya.
Targetnya, jalan tol tersebut akan rampung pada 2029. Endra menyebut total panjang jalan bebas hambatan tersebut tidak terlalu panjang tapi ia belum dapat menyebutkan rinciannya.
Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya menyatakan akan ada lima jalan tol di Pulau Dewata selain Tol Bali Mandara dan Tol Gilimanuk-Mengwi. Salah satu jalan tol tersebut akan menghubungkan Tabanan di bagian utara Pulau Bali dan Buleleng di bagian selatan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno juga sempat mengatakan ada tiga proyek infrastruktur konektivitas yang akan menghubungkan Bali Selatan dan Bali Utara. Dua dari tiga proyek tersebut berpotensi dibangun oleh pemerintahan selanjutnya.
Infrastruktur yang dimaksud adalah jalan tol, bandara, dan moda raya terpadu atau MRT. "Infrastruktur pertama dengan urgensi tinggi adalah jalan tol. Kedua, pembangunan bandara," ucap Sandiaga pada 19 Agustus lalu.
Kedua proyek tersebut tinggal diputuskan pemerintah karena kajiannya sudah lama dibentuk. Untuk pembangunan MRT, menurut dia, pemerintah dapat memasukkannya dalam perencanaan jangka panjang atau 10 tahun ke depan.
Sandiaga tidak merinci lebih lanjut potensi investasi dari konstruksi tol yang menghubungkan Bali Selatan dan Bali Utara tersebut. Proyeksinya, jalan bebas hambatan tersebut dapat dibangun setelah Tol Gilimanuk-Mengwi rampung pada 2027. (sumber: katadata)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan