Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Rudal Rusia Hantam Hotel di Ukraina, Staf Reuters Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia diduga meluncurkan rudal ke Ukraina hingga mengenai hotel dan menyebabkan anggota tim Reuters, Ryan Evans, tewas, Sabtu (24/8).
Serangan itu berlangsung sekitar pukul 22.35 waktu setempat dan menyebabkan Hotel Sapphire di Kramatorsk hancur. Ini merupakan tempat menginap tim Reuters yang beranggotakan enam orang.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan rudal Iskander Rusia yang menghancurkan hotel tersebut.
"Sebuah hotel kota biasa dihancurkan oleh Iskander Rusia," kata dia saat pidato pada Minggu, dikutip Reuters.
Zelensky menyebut bahwa serangan itu "benar-benar disengaja dan dipikirkan dengan matang."
Dugaan serangan Rusia yang mengenai hotel menyebabkan Evans tewas dan dua jurnalis lain mengalami luka-luka.
Jenazah Evans ditemukan di reruntuhan hotel. Selama bekerja di Reuters, dia berperan sebagai penasihat keselamatan untuk para jurnalis.
Sebelum bergabung di Reuters, Evans merupakan tentara Inggris.
Menanggapi salah satu anggotanya tewas, Reuters menyampaikan kabar duka dan belasungkawa.
"Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kami ke keluarga dan orang-orang terkasih Ryan," demikian menurut mereka.
Evans, lanjut Reuters, telah membantu banyak jurnalis meliput berbagai peristiwa di seluruh dunia.
Di hotel itu ada enam orang yang tergabung dalam tim. Tiga di antara mereka dalam kondisi selamat, dan jurnalis yang terluka kini dirawat di rumah sakit.
Sejauh ini, Reuters belum bisa mengonfirmasi apakah serangan tersebut betul-betul dari Rusia dan sengaja menyasar hotel.
"Kami segera mencari informasi lebih lanjut tentang serangan itu, termasuk dengan bekerja sama dengan pihak berwenang di Kramatorsk," menurut rilis Reuters.
Kementerian Pertahanan Rusia sementara, itu belum memberi tanggapan soal serangan tersebut.
Rusia dan Ukraina saling serang usai Negeri Beruang Merah menginvasi negara tersebut pada Februari 2022. Hari-hari setelah itu, gempuran dari kedua pihak nyaris tak pernah berhenti.
Komunitas internasional berulang kali menyerukan gencatan senjata permanen, tetapi hingga kini belum terlaksana. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2626 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2281 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan