Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Kejari Gianyar Geledah Kantor LPD Tulikup Kelod
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kantor LPD Tulikup Kelod yang berlokasi di Desa Tulikup Kelod, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali digeledah oleh Tim Penyidik Kejari Gianyar, pada hari Jumat (30/8/2024).
Kegiatan penggeledahan oleh Tim Penyidik dipimpin oleh Kasi Pidsus Kejari Gianyar, I Kadek Wahyudi Ardika yang dimulai pada pukul 10.00 WITA dan berakhir pada pukul 17.30 WITA.
Dalam penggeledahan yang berlangsung hampir selama 6 jam, Tim Penyidik Kejari Gianyar berhasil mengamankan dokumen kredit tahun 2019-2021 dan dokumen laporan keuangan LPD tahun 2019-2021.
Selain itu Tim Penyidik pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar juga berhasil mengumpulkan alat-alat bukti lainnya untuk kepentingan pembuktian dalam penyidikan yang disaksikan oleh Bendesa Adat Tulikup Kelod, Ketua, Penyarikan, Pemeteng dan Pengawas LPD.
Kasi Pidsus Kejari Gianyar, Kadek Wahyu Ardika mengatakan kegiatan penggeledahan ini sebagai bagian tindakan hukum dari Tim Penyidik dalam proses penyidikan atas perkara dugaan penyelewengan dana pada LPD Tulikup Kelod.
Dimana penyidikan bertujuan untuk mencari, menemukan dan mengumpulkan barang bukti, yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi.
"Selain itu penyidikan bertujuan mencegah penghilangan atau pemusnahan barang bukti dari tindak pidana yang ada dan melengkapi berkas perkara," terang I Kadek Wahyu Ardika.
Terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa penyelewengan dana pada LPD Tulikup Kelod diketahui terjadi sejak tahun 2019, yang mana akibat efek Covid-19 terdapat penarikan tabungan besar-besaran dan banyak tejadi kredit macet karena nasabah tidak mampu membayar sehingga LPD mengalami krisis likuiditas.
Dugaan penyelewengan dana LPD Desa Adat Tulikup Kelod diperparah lagi dengan banyaknya pencairan kredit tidak sesuai dengan awig-awig dan pararem (red-aturan) yang ada. Akibatnya timbulah kerugian yang dialami oleh LPD.
"Sehingga lembaga keuangan yang berbasis Desa Adat ini dinilai tidak dapat memberikan pelayanan dengan baik kepada masyarakat/nasabah," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan