Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Netanyahu Ancam Gempur Yaman Usai Rudal Houthi Hantam Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan Houthi Yaman terkait aksi pembalasan atas serangan rudal ke wilayah Israel Tengah pagi tadi.
"Pagi ini, Houthi meluncurkan rudal dari Yaman ke wilayah kami. Mereka seharusnya sudah tahu bahwa kami akan membayar harga yang mahal untuk setiap upaya menyakiti kami," kata Netanyahu seperti dikutip dari AFP, Minggu (15/9).
"Mereka yang membutuhkan pengingat dalam hal ini diundang untuk mengunjungi Pelabuhan Hodeida," tambahnya.
Ini mengacu pada kota di Laut Merah Yaman yang dibom oleh pesawat tempur Israel pada bulan Juli setelah Houthi mengklaim serangan pesawat nirawak yang menewaskan seorang warga sipil di Tel Aviv.
Houthi termasuk dalam kelompok-kelompok yang didukung Iran di Timur Tengah yang telah terseret ke dalam konflik yang dipicu oleh serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober di Israel selatan.
Di sisi utara Israel, gerakan Hizbullah Lebanon saling melepaskan tembakan dengan pasukan Israel dalam pertempuran yang bisa berubah menjadi perang habis-habisan.
Pada Minggu pagi tadi sekitar 40 proyektil ditembakkan dari Lebanon ke wilayah Galilea dan Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi, kata militer Israel.
Puluhan ribu orang telah mengungsi di kedua sisi perbatasan Israel-Lebanon, dan Netanyahu mengatakan bahwa situasi saat ini tidak dapat dipertahankan.
"Situasi yang ada tidak akan berlanjut. Kami akan melakukan segala yang diperlukan untuk mengembalikan penduduk kami dengan selamat ke rumah mereka," ucap dia.
"Kami berada dalam kampanye multi-arena melawan poros jahat Iran yang berusaha menghancurkan kami," imbuhnya.
Dia menggambarkan pembicaraan dengan penduduk dan pihak berwenang di wilayah utara dengan mengatakan, "Saya mendengar kesusahan, saya mendengar tangisan," ujarnya.
"Status quo tidak akan berlanjut. Ini membutuhkan perubahan dalam keseimbangan kekuatan di perbatasan utara kami," sambungnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan