Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
9 Kasus Kekerasan di Jembrana Didominasi KDRT, PPA Gelar Pelatihan Trauma Healing
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kasus kekerasan di Bali menunjukkan tren peningkatan akhir-akhir ini, menjadi perhatian serius bagi masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan.
Salah satu langkah yang diambil adalah melalui edukasi dan sosialisasi serta aksi nyata di lingkungan masyarakat.
Sebagai bentuk upaya pencegahan, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Jembrana menggelar pelatihan manajemen dan penanganan kasus kekerasan. Pelatihan ini ditujukan bagi unit layanan perlindungan perempuan dan anak, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, yang dilaksanakan di Kantor Bupati Jembrana pada Rabu, (18/092024).
Salah satu materi yang diberikan adalah trauma healing, yang disampaikan oleh narasumber dari UPTD PPA Provinsi Bali. Diharapkan pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas pendampingan dan pelayanan terhadap korban kekerasan di lapangan.
Ketua UPTD PPA Provinsi Bali, Luh Hety Vironika, mengakui belakangan ini kasus kekerasan di Bali cenderung meningkat. "Fenomena ini perlu segera ditangani secara bersama, tidak hanya oleh UPTD PPA, tetapi oleh seluruh elemen masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kekerasan bisa menimpa siapa saja, di mana saja. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk berani melaporkan jika mengetahui adanya kasus kekerasan, melalui layanan Sapa 129.
"Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kekerasan yang terjadi di sekitarnya dan tidak ragu untuk melaporkannya agar bisa segera ditangani," tambahnya.
Ketua UPTD PPA Jembrana, Ida Ayu Sri Utami Dewi, menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada unit layanan agar mereka dapat memberikan pendampingan dan pelayanan yang tepat kepada korban kekerasan.
Hingga Agustus 2024, sudah tercatat 9 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jembrana, dengan mayoritas kasus adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
"Pelatihan ini diharapkan dapat membantu pihak-pihak yang berhadapan langsung dengan korban untuk memberikan penanganan yang lebih baik. Selain itu, kami berharap melalui pelatihan ini kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan di masa mendatang," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun