Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
9 Kasus Kekerasan di Jembrana Didominasi KDRT, PPA Gelar Pelatihan Trauma Healing
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kasus kekerasan di Bali menunjukkan tren peningkatan akhir-akhir ini, menjadi perhatian serius bagi masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan.
Salah satu langkah yang diambil adalah melalui edukasi dan sosialisasi serta aksi nyata di lingkungan masyarakat.
Sebagai bentuk upaya pencegahan, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Jembrana menggelar pelatihan manajemen dan penanganan kasus kekerasan. Pelatihan ini ditujukan bagi unit layanan perlindungan perempuan dan anak, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, yang dilaksanakan di Kantor Bupati Jembrana pada Rabu, (18/092024).
Salah satu materi yang diberikan adalah trauma healing, yang disampaikan oleh narasumber dari UPTD PPA Provinsi Bali. Diharapkan pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas pendampingan dan pelayanan terhadap korban kekerasan di lapangan.
Ketua UPTD PPA Provinsi Bali, Luh Hety Vironika, mengakui belakangan ini kasus kekerasan di Bali cenderung meningkat. "Fenomena ini perlu segera ditangani secara bersama, tidak hanya oleh UPTD PPA, tetapi oleh seluruh elemen masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kekerasan bisa menimpa siapa saja, di mana saja. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk berani melaporkan jika mengetahui adanya kasus kekerasan, melalui layanan Sapa 129.
"Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kekerasan yang terjadi di sekitarnya dan tidak ragu untuk melaporkannya agar bisa segera ditangani," tambahnya.
Ketua UPTD PPA Jembrana, Ida Ayu Sri Utami Dewi, menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada unit layanan agar mereka dapat memberikan pendampingan dan pelayanan yang tepat kepada korban kekerasan.
Hingga Agustus 2024, sudah tercatat 9 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jembrana, dengan mayoritas kasus adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
"Pelatihan ini diharapkan dapat membantu pihak-pihak yang berhadapan langsung dengan korban untuk memberikan penanganan yang lebih baik. Selain itu, kami berharap melalui pelatihan ini kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan di masa mendatang," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2606 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2262 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan