Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Umat Hindu di Desa Restu Rahayu Lampung Gelar Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem dan Prajapati
beritabali/ist/Umat Hindu di Desa Restu Rahayu Lampung Gelar Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem dan Prajapati.
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Umat Hindu di Desa Restu Rahayu, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur, Lampung menggelar karya Agung Ngenteg Linggih Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Dalem dan Prajapati pada Sabtu (16/11) bertepatan dengan Purnama Kelima.
Upacara Ngenteg Linggih ini merupakan yang pertama kalinya digelar sejak Pura Dalem didirikan pada Tahun 1967. Pada Saat itu, bangunan pura begitu sederhana dan hanya dilakukan ritual melaspas Alit pada tahun 1969.
Namun seiring jumlah pengempon yang kian bertambah, Umat Hindu yang merantau di Desa Restu Rahayu kian bertekad untuk mengembangkan pura Dalem dan Prajapati agar bisa menjadi pusat ritual di desa tersebut.
Ketua Panitia Karya Agung Ngenteg Linggih Tawur Balik Sumpah, Ida Bagus Santa mengatakan, jika proses persiapan karya agung ini sudah dilakukan sejak Bulan Mei lalu dengan membentuk panitia yang akan bertugas ngayah mensukseskan upacara yadnya ini.
Kemudian karya dimulai dengan prosesi matur piuning dan nanceb sanggah Surya pada 2 Oktober 2024 lalu. Prosesi berlanjut pada 14 November dengan rangkaian acara Mapepada. Selanjutnya pada Jumat (15/11) dilakasanakan tawur Balik Sumpah Utama.
“Saat ini kami lakukan upacara penganyar dan Nyineb akan dilaksanakan pada Selasa 18 November ini,” jelasnya.
Ida Bagus Santa menyebut, seluruh dana Pembangunan pura hingga ritual ngenteg linggih murni bersumber dari dana swadaya masyarakat, sumbangan dari sukarelawan yang sifatnya tidak mengikat.
Ia berharap, dengan dibangunnya hingga ngenteg linggih pura Dalem dan Prajapati ini kian menguatkan sradha Bhakti umat Hindu di tanah rantauan sehingga senantiasa diberikan kemudahan dan rezeki.
“Doa kami tentu agar senantiasa diberikan kemudahan oleh ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga umat Hindu di Desa Restu Rahayu mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan pusat, karena kami berada di daerah Rantau,” paparnya.
Sementara itu, Kelian Adat Desa Restu Rahayu Dewa Nyoman Ardinata menjelaskan kerinduan umat Hindu di tanah Rantau untuk memiliki pura kahyangan tiga memang sudah diwujudkan sejak lama. Bahkan, proses Pembangunan pura dilakukan secara swadaya.

Saat ini jumlah pengempon di Pura Dalem dan Prajapati ini mencapai 324 Kepala Keluarga. “Sebagai tanggung jawab moral, Kami sebagai pengurus pura dan masyarakat urunan per KK kena dana Rp 3 juta rupiah,” imbuhnya.
Seperti diketahui, umat Hindu yang merantau ke desa ini diyakini dilakukan sejak tahun 1958. Mereka sebagaian besar berasal dari Bali terutama wilayah Tabanan dan Badung.
Meski berada di Rantau dengan segala keterbatasan, umat Hindu di Desa Restu Rahayu kian bagus taraf ekonominya, sehingga bisa mewujudkan Tri Kahyangan sebagai tempat melaksanakan persembahyangan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan