Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Isak Tangis Iringi Pemakaman Korban Tanah Longsor Galian C Sebudi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Duka mendalam dirasakan oleh keluarga Kadek Ambara (38), korban tanah longsor di kawasan tambang Galian C Banjar Dinas Badeg Dukuh, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem pada Jumat (13/12/2024).
Air mata istri dan kerabatnya tak henti-henti menetes saat jenazah lelaki berusia 38 tahun itu dimandikan di Setra Banjar Dinas Bangbang Biaung, Desa Duda, Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem yang berlangsung pada siang ini.
Tak ada firasat apapun yang dirasakan oleh kerabat dan keluarganya sebelum pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang rit (naik turunkan muatan truk-red) itu pergi untuk selamanya dengan cara yang sangat mengenaskan.
"Tidak ada firasat apapun, cuma kemarin sempat nelpon saya dua kali tapi karena tidak pegang HP, tidak saya angkat, sebelum akhirnya pagi ini mendapat kabar buruk ini. Semasa hidupnya ipar saya ini memang sangat ulet bekerja, sehari bisa 5 sampai 6 kali ngerit," ujar salah satu kerabat korban saat menjaga jenazah korban di UGD Puskesmas Selat.
Meski sulit untuk diterima, namun pihak keluarga tetap berusaha tegar dan tabah untuk mengikhlaskan kepergian Kadek Ambara, serta menerima semua sebagai sebuah musibah yang terjadi akibat bencana alam.
"Meski berat, tetapi keluarga berusaha tabah dan ikhlas, memang musibah tidak ada yang tahu kapan akan terjadi. Kemarin padahal saya sempat juga berada di lokasi tersebut mencari material," ungkapnya.
Korban meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak, satu anak perempuan paling kecil berusia 1 tahun dan 2 anak laki - laki, yang paling besar sudah duduk di bangku SMA sedangkan anak keduanya masih duduk di bangku sekolah dasar.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Karangasem, Iptu I Gede Sukadana melalui informasi yang diberikan terungkap bahwa, peristiwa tanah longsor itu terjadi pagi ini sekitar pukul 06.30 WITA. Sebelum kejadian, korban sedang menaikkan batu limbah ke atas truk di alur sungai banjar Dinas Badeg Dukuh.
Secara tiba-tiba tebing yang berada di dekat lokasi dengan ketinggian sekitar 30 meter longsor dan seketika menimpa korban yang sedang menaikkan batu. Selain korban, longsoran juga menimbun 2 unit truk dan 3 unit sepeda motor yang berada di lokasi.
Akibat kejadian tersebut, korban sempat tertimbun material longsoran sedalam 1,5 meter. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berusaha membantu mengevakuasi korban dan membawa ke Puskesmas Selat. Namun sayangnya, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter jaga, nyawa korban tak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.
"Setelah diperiksa oleh tim medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Untuk penyebab kematiannya, pihak puskesmas mendiagnosa korban mengalami patah bagian tulang leher," kata Sukadana.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, selain satu korban meninggal dunia, juga ada tiga korban lainnya. Tiga korban tersebut diantaranya adalah Kadek Agus Julianan, Ali Murtadho dan Siyono. Ketiganya berhasil selamat dalam peristiwa tersebut, hanya mengalami luka ringan saja.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2505 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun