Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
29 Januari Hari Arak Bali Dipusatkan di GWK
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pada 29 Januari 2025, masyarakat Bali akan merayakan Hari Arak Bali yang ketiga. Peringatan ini, yang telah ditetapkan sebagai bagian dari warisan budaya tak benda Indonesia sejak 2022, bertujuan untuk melestarikan dan memberdayakan arak Bali sebagai minuman tradisional yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Bali.
Peringatan tahun ini berlangsung di Garuda Wisnu Kencana (GWK), dengan tema "Arak Berem Bali for The World." Kegiatan utama berlangsung dari 27 hingga 29 Januari, berupa pameran yang menampilkan berbagai jenis arak Bali, mulai dari arak tradisional hingga varian kontemporer.
Baca juga:
Hari Arak Bali di Karangasem Tanpa Perayaan
Pameran ini menjadi ajang bagi produsen arak Bali untuk memperkenalkan produk mereka, serta memperkuat kesadaran masyarakat terhadap potensi besar arak Bali di dunia internasional.
Hari Arak Bali tidak hanya diwarnai dengan pameran, tetapi juga serangkaian diskusi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Diskusi ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi arak Bali dalam meningkatkan ekonomi lokal, serta menjamin keberlanjutan dan kualitas produksi arak yang ramah lingkungan.
Puncak acara, yang akan berlangsung pada 29 Januari, diharapkan menjadi momentum penting dalam rangka memperkenalkan lebih luas lagi arak Bali ke dunia. Keberadaan arak Bali yang sudah diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh Kemendikbud Ristek RI menjadi bukti bahwa minuman ini bukan hanya sekadar alkohol, tetapi juga simbol kekayaan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan.
Hari Arak Bali diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap produk lokal Bali dan memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata serta perekonomian daerah. Melalui peringatan ini, diharapkan pula masyarakat Bali semakin sadar akan pentingnya melindungi dan merawat warisan budaya mereka. (sumber: liputan6.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan