Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Polisi Lepas WN Rusia Terduga Kasus Penculikan WN Ukraina
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Polisi melepas pria warga negara (WN) Rusia, Khasan Askhabov (30) yang sebelumnya ditangkap karena diduga terlibat dalam penculikan dan penyekapan WN Ukraina di Bali.
Khasan dapat membuktikan jika dirinya tidak terlibat dalam peristiwa tersebut. Pihak Polda Bali membenarkan bahwa petarung MMA ini telah dilepas setelah sebelumnya ditangkap di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kamis (30/1/2025) lalu.
Secara singkat, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy menjelaskan jika Khasan dilepas karena tidak terbukti terlibat dalam peristiwa perampokan itu. Bahkan Khasan disebut tidak berada di Bali saat penculikan itu terjadi pada Minggu (15/12/2024) lalu.
“Dari hasil periksa yang bersangkutan belum terbukti terlibat karena pada saat kejadian yang bersangkutan berada di Dubai,” ujar Ariasandy saat dihubungi pada Sabtu (1/2/2025).
Sementara, kuasa hukum Khasan juga menjelaskan jika Khasan bisa membuktikan jika dia tidak berada di Indonesia saat tanggal peristiwa tersebut.
“Di HP ada story tanggal segini di mana dan ngapain. Itu dia ada di Singapura di Marina dan belanja,” ujar pengacara Khasan, Edward Pangkahila saat dihubungi pada Sabtu (1/2/2025).
Selain itu, Igor Lermakov (48), WN Ukraina yang mengaku sebagai korban dalam peristiwa tersebut sempat dipertemukan dengan Khasan saat pemeriksaan. Edward menjelaskan jika Igor tidak yakin jika Khasan adalah pelakunya.
Dari penjelasan Edward, Igor mengaku mengenal Khasan namun tidak pernah berurusan dengannya. Igor hanya menilai jika Khasan memiliki perawakan yang mirip dengan pelaku.
“Igor, dia nggak yakin. Karena wajahnya (pelaku) mirip katanya, punya jambang,” imbuhnya.
Setelahnya, Khasan dilepas kepolisian pada Jumat (31/1/2025) pukul 22.15 WITA. Khasan langsung memesan tiket untuk kembali ke tempat tinggalnya di Dubai, Uni Emirat Arab.
Sebelumnya, Igor Iermakov mengaku sebagai korban penculikan sekelompok orang bersenjata di Bali.
Igor mengaku kehilangan aset kripto senilai Rp3,4 miliar dan mengalami penganiayaan. Dia kemudian melaporkan 9 orang yang berasal dari Rusia, Kazakhstan, dan Ukraina yang menjadi pelaku perampokannya. (sumber: Suarabali.id)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan