Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Banjir Rob Terjang Pesisir Candikusuma Jembrana, Warga Diminta Waspada
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Air laut pasang disertai banjir rob kembali menerjang permukiman warga di pesisir Pantai Candikusuma, Kecamatan Melaya, Jembrana, sejak Kamis (13/2/2025) hingga Jumat malam (14/2/2025).
Kondisi ini menyebabkan halaman rumah warga yang berada di tepi pantai tergenang air.
Mifbah, warga Banjar Candikusuma, Desa Candikusuma, mengungkapkan, air laut mulai naik sejak Kamis malam dan terus meningkat hingga puncaknya pada Jumat siang.
"Air laut sampai masuk ke halaman rumah, untungnya tidak sampai masuk ke dalam rumah," ujarnya saat ditemui pada Sabtu (15/2/2025).
Sejumlah warga juga membuat pasangan batako untuk menutup ruangan rumah mereka supaya air banjir rob tidak masuk hingga ke tengah rumah.
Sementara itu, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar sebelumnya telah memperingatkan potensi hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi di wilayah perairan Bali.
Menurut BMKG, fenomena ini terjadi akibat pola pertemuan dan belokan angin di sekitar Bali yang dipicu oleh bibit siklon 96S di Samudera Hindia, barat Australia.
BMKG juga mengimbau warga dan wisatawan untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang serta gelombang laut yang diperkirakan mencapai ketinggian 2 hingga 3,5 meter di perairan selatan Bali.
Masyarakat di pesisir diminta untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3310 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 779 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 720 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman