Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Okupansi Hotel Berbintang di Buleleng Rendah Saat Libur Panjang Nyepi dan Idulfitri
BERITABALI.COM, BULELENG.
Tingkat hunian hotel berbintang di Kabupaten Buleleng selama libur panjang Nyepi dan Idulfitri 2025 tercatat rendah. Dinas Pariwisata Buleleng mencatat okupansi hotel berbintang hanya mencapai 25 hingga 40 persen.
Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Suksma, pada Rabu (2/4) mengatakan bahwa okupansi hotel di wilayah Lovina masih di angka 40 persen. Sementara itu, di daerah Pemuteran, Tejakula, dan Sukasada, tingkat hunian hanya berkisar 25 hingga 30 persen.
Mayoritas tamu hotel berbintang adalah wisatawan mancanegara, terutama dari Eropa dan Cina, dengan durasi menginap rata-rata satu hingga tiga hari.
"Wisatawan yang menginap di hotel non bintang itu rata-rata backpacker. Mereka bisa stay untuk waktu yang cukup lama. Ada juga wisatawan domestik. Mereka memilih harga yang lebih terjangkau, karena stay-nya lebih lama," ujar Dody.
Rendahnya okupansi hotel berbintang disebabkan oleh kecenderungan wisatawan untuk memilih penginapan yang lebih ekonomis. Tarif kamar hotel non bintang yang lebih murah, berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp 350 ribu per malam, menjadi alasan utama. Saat ini, okupansi hotel non bintang mencapai 60 hingga 70 persen.
Meskipun tingkat hunian hotel non bintang lebih tinggi, Dody menegaskan bahwa hal ini tidak berdampak signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Pajak hotel non bintang yang dikenakan sebesar 10 persen tetap berkontribusi pada pendapatan daerah.
"Jadi masing-masing punya segmen. Wisatawan backpacker menginap lebih lama, jadi lebih memilih hotel non bintang. Untuk hotel berbintang sekarang dihuni tamu Eropa dan Cina, mereka muda-mudi yang menginap hanya satu hari," jelasnya.
Sementara itu, tingkat kunjungan ke Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Buleleng mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat sejak Minggu (30/3). Wisatawan lokal, terutama dari Bali, mendominasi kunjungan ke destinasi wisata, seperti Air Panas Banyuwedang yang banyak dikunjungi wisatawan dari Jembrana.
"Untuk DTW cukup tinggi. Seperti Air Panas Banyuwedang, banyak dikunjungi wisatawan dari Jembrana," tandas Dody.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan