Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Dinkes Denpasar Gencarkan Fogging ULV Cegah Penyebaran DBD
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melaksanakan kegiatan Fogging Ultra Low Volume (ULV) di berbagai area publik, termasuk jalan, taman, dan lapangan. Program ini dimulai pada Rabu (2/4) dan akan berlangsung hingga 30 April 2025 sebagai langkah pengendalian nyamuk dewasa dan pencegahan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati, menjelaskan bahwa metode ini menggunakan mesin pengkabutan dingin (Cold Fog Truck Mounted) yang menghasilkan droplet atau kabut untuk menjangkau dan membasmi nyamuk dewasa secara efektif.
"Fogging ULV ini bertujuan untuk mengendalikan nyamuk dewasa di area publik serta mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, terutama Demam Berdarah Dengue (DBD), Chikungunya, dan Zika," ujar Ayu Candrawati.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan Fogging ULV akan lebih maksimal apabila masyarakat turut serta dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M+, yaitu Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Selain itu, budaya PSN mandiri minimal sekali seminggu sangat dianjurkan untuk mencegah peningkatan populasi nyamuk.
"Masyarakat diharapkan aktif melaksanakan PSN 3M+ dan membudayakan PSN mandiri. Dengan demikian, kita dapat mengendalikan nyamuk dewasa dan mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk di Kota Denpasar," tambahnya.
Dengan program ini, diharapkan jumlah kasus DBD dan penyakit lainnya akibat gigitan nyamuk dapat ditekan, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat Kota Denpasar.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun